Menkes Budi Gunadi Sambut Baik Izin Darurat Vaksin Sinovac dari WHO

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyambut baik izin penggunaan darurat Emergency Use Listing (EUL) vaksin Sinovac yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO telah memvalidasi penggunaan darurat tersebut pada 1 Juni 2021.

Keluarnya izin EUL vaksin Sinovac menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia hanya mengadakan vaksin COVID-19 yang aman, teruji mutunya, dan terbukti khasiatnya. Terlebih lagi Indonesia baru saja menerima kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke-14, yakni bahan baku (bulk) vaksin Sinovac sebanyak 8 juta dosis.

“Kami selaku Pemerintah Indonesia menyambut baik validasi emergency use vaksin Sinovac,” ujar Budi Gunadi melalui keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Rabu, 2 Juni 2021.

Validasi vaksin Sinovac dari WHO menandakan vaksin COVID-19 yang ada dan disediakan pemerintah adalah vaksin COVID-19 terbaik. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan berbagai jenis vaksin COVID-19.

Ini karena semua jenis vaksin COVID-19 baik untuk mencegah penularan COVID-19 dan telah melalui uji kualitas, keamanan, dan efikasi. Bahkan sudah mendapatkan izin darurat penggunaan (Emergency Use Authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Masyarakat dimohon jangan pilih-pilih vaksin. Vaksin yang diberikan pemerintah adalah vaksin terbaik dan sudah teruji keamanannya,” ucap Budi Gunadi.

Izin EUL Vaksin Sinovac Bukti Terpenuhi Standar Internasional Keamanan

Indonesia kedatangan 6 juta bahan baku (bulk) vaksin Sinovac, yang merupakan tahap ke-8 di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 18 April 2021. (Dok Kementerian Kesehatan RI)
Indonesia kedatangan 6 juta bahan baku (bulk) vaksin Sinovac, yang merupakan tahap ke-8 di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 18 April 2021. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Diterbitkannya EUL, kembali Menkes Budi Gunadi Sadikin tegaskan, kita yakini bahwa WHO memastikan vaksin Sinovac telah memenuhi standar internasional untuk keamanan, efikasi, dan pembuatan.

Kemudian teruji mutunya karena sudah lewat uji klinis tahap ketiga dan digunakan di lebih dari 20 negara.

Selanjutnya, vaksin Sinovac juga berkhasiat atau mempunyai dampak melindungi dan menyelamatkan nyawa. Riset membuktikan vaksin COVID-19 mampu mencegah kematian dan sakit parah yang berujung perawatan gawat darurat.

Seperti juga yang telah diutarakan Direktur Jenderal WHO, penambahan Sinovac ke dalam EUL akan semakin membuka kesetaraan akses terhadap vaksin COVID-19. Vaksin Sinovac akan juga didapatkan melalui Covax Facility, kerjasama antarnegara yang memastikan kesetaraan akses terhadap vaksin.

Selain Sinovac, WHO telah menerbitkan Daftar Penggunaan Darurat (EUL) untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Sinopharm.

Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca

Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel