Menkes Budi Ingin Rumah Sakit Pemerintah Berbasis Riset, Setara Mayo Clinic atau Johns Hopkins

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin ingin rumah sakit milik pemerintah di Indonesia ada yang setara Mayo Clinic dan Johns Hopkins Hospital. Kedua rumah sakit ini merupakan unggulan di Amerika Serikat, yang berbasis riset.

"Saya mau rumah sakit kita itu menjadi Centers of Excellence. Apalagi rumah sakit milik atau di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan kan besar-besar," ucap Budi saat Rapat Koordinasi Badan Layanan Umum (BLU) 2021: BLU Berstrategi Pulihkan Ekonomi, ditulis Minggu, 21 Maret 2021.

"Jadi, target Centers of Excellence bukan hanya di Indonesia, tapi juga Asia, bahkan dunia. Bikinlah satu seperti (setara) Mayo Clinic atau Johns Hopkins, bisa juga Anderson Hospital untuk cancer (kanker)."

Target rumah sakit bisa menjadi sekelas Mayo Clinic atau Johns Hopkins Hospital agar warga dari negara lain dapat berobat ke Indonesia. Ini sebagai bukti, pelayanan kesehatan dan dokter-dokter di Indonesia punya kompetensi mumpuni.

"Kita harus buat program supaya bisa mencapai mimpi seperti itu. Jangan hanya kita berobat ke Singapura, tapi orang Singapura juga bisa berobat ke Indonesia," terang Budi Gunadi.

"Orang Australia juga bisa dong datang ke Indonesia (untuk berobat). Dokter kita jago-jago, kok. Jadi, ya rumah sakit harus punya ambisi ke sana."

Rumah Sakit Harus Berbasis Riset

Seorang dokter yang sedang membimbing salah satu anak berjalan di lorong Rumah Sakit Ecole di Neuilly-Plaisance, dekat Paris, 21 Maret 2017. Rumah sakit yang khusus untuk anak penderita autis ini baru saja dibuka untuk umum. (BERTRAND GUAY/AFP)
Seorang dokter yang sedang membimbing salah satu anak berjalan di lorong Rumah Sakit Ecole di Neuilly-Plaisance, dekat Paris, 21 Maret 2017. Rumah sakit yang khusus untuk anak penderita autis ini baru saja dibuka untuk umum. (BERTRAND GUAY/AFP)

Rumah sakit, kata Budi Gunadi Sadikin, harus berbasis riset. Ini melihat seperti Mayo Clinic dan Johns Hopkins Hospital. Berbagai studi dari pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut kerap masuk dalam jajaran jurnal internasional.

"Untuk mencapai ambisi ke sana (Centers of Excellence) itu harus riset based (berbasis riset). Mayo Clinic pada dasarnya riset middle of nowhere, tapi karena mereka punya basic riset medis ketat dan bagus, kemudian orang banyak datang ke sana," katanya.

"Karena paling advance dan treatment (Mayo Clinic), termasuk orang kaya Indonesia yang punya duit (uang) ke sana. Maka, rumah sakit harus berbasis riset."

Rumah sakit, khususnya milik pemerintah dapat memilih riset sesuai layanan unggulan. Layanan unggulan, menurut Budi bisa disesuaikan dengan daftar penyakit dengan prevalensi tinggi di Indonesia, misal jantung, paru-paru, kanker).

"Masing-masing rumah sakit boleh memilih riset. Kalau bisa sesuai bidang atau penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia," lanjutnya.

Data Kementerian Kesehatan mencatat ada 58 rumah sakit di bawah koordinasi Kemenkes. Rinciannya, 40 rumah sakit BLU Kemenkes dan 18 politeknik kemenkes. Ada juga 40 rumah sakit BLU Bhayangkara (Polri) dan 25 rumah sakit BLU TNI (Kementerian Pertahanan).

Infografis Siapa yang Perlu Cek Corona ke RS?

Infografis Siapa yang Perlu Cek Corona ke RS? (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Siapa yang Perlu Cek Corona ke RS? (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: