Menkes Budi: Lebih dari 5.000 Aparat TNI-Polri Siap Jadi Tracer Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut, saat ini ada lebih dari 5.000 anggota TNI-Polri yang siap menjadi tracer atau orang yang melakukan pelacakan pasien Covid-19.

Adapun 5.000 anggota TNI-Polri ini akan melengkapi tracer yang sudah dipersiapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Insyaallah di hari Senin nanti sudah lebih dari 5.000 TNI dan Polri, aparat yang sudah kita train untuk menjadi tracer melengkapi atau menambahkan sekitar 5.000 tracer yang sudah dipersiapkan oleh BNPB," jelas Budi Gunadi dalam konferensi pers di YouTube BNPB, Sabtu (20/2/2021).

Menurut dia, pemerintah berkomitmen menerapkan strategi pencegahan penularan Covid-19 dari hulu. Salah satunya dengan menguatkan upaya 3T yakni, testing, tracing (pelacakan kontak), dan treatment (perawatan).

Untuk meningkatkan testing, Budi mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan proses pendistribusian rapid test antigen ke puskesmas di seluruh Indonesia. Dengan adanya rapid test antigen ini, petugas pusksesmas dapat langsung melakukan tes kepada mereka yang dianggap suspek atau kontak erat pasien Covid-19.

"Diharapkan lebih banyak yang kita bisa identifikasi dini untuk mengurangi laju penularan dan juga menurunkan positivity rate," jelasnya.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga akan bekerja sama dengan para gubernur agar masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 dapat langsung dilakukan isolasi. Hal ini untuk mencegah penularan virus Corona semakin meluas.

"Mudah-mudahan dengan koordinasi kita semua, kita bisa terus menurunkan laju penularan ini sehingga kita bisa kembali hidup normal," ujar Menkes Budi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Jumlah Tracer Tak Sampai 5.000

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkap jumlah tracer atau orang yang melakukan pelacakan pasien Covid-19 di Indonesia tak sampai 5.000. Dari jumlah itu, sebanyak 1.600 tracer berada di DKI Jakarta.

"Saya kaget waktu dapat laporan jumlah tracer kita tidak sampai 5 ribu seluruh Indonesia dan hampir 1.600 lebih ada di DKI," tutur Muhadjir dikutip dari siaran persnya, Minggu 13 Februari 2021.

Dia menekankan pentingnya testing, tracing (pelacakan kontak), dan treatment (perawatan) atau 3T. Pasalnya, apabila 3T betul-betul dilakukan dengan baik, maka mampu menekan laju penularan Covid-19.

"Jadi sebetulnya memang selama ini kalau dilihat dari jumlah tracer-nya, kita belum melakukan upaya 3T yang serius," ucapnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: