Menkes Budi Sebut Vaksinasi di Mal untuk Genjot Ekonomi

Raden Jihad Akbar, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyebutkan, bila saat ini Indonesia tengah berusaha melakukan percepatan penyelesaian suntik vaksin COVID-19, agar mampu membentuk herd immunity.

Dimana, pihaknya pun menerapkan target penyelesaian mulai dari 10 ribu hingga 500 ribu orang per hari. Namun, proses penyelesaian itu pun diakui Budi, terkendala dengan sarana yang ada.

"Kita saat ini tengah menempuh target penyelesaian vaksin, tapi memang masih terkendala sarana, di mana dari hasil cek lapangan, untuk bisa mencapai target itu, tidak bisa mengandalkan rumah sakit dan puskesmas saja, karena dalam satu hari mereka hanya mampu melayani sekitar 50 orang," katanya saat melakukan pemantauan vaksinasi di Ciputra Mal Tangerang, Sabtu, 27 Maret 2021.

Baca juga: Bertemu Menlu Singapura, Airlangga Bahas KEK hingga Potensi Investasi

Makanya, pihaknya pun melakukan kerja sama dengan asosiasi mal untuk bersedia dijadikan sarana vaksinasi COVID-19, terlebih kepada para lansia.

"Makanya, sejak beberapa hari yang lalu, proses vaksinasi mulai di mal-mal, karena mampu menampung orang banyak. Apalagi saat ini kita sedang mempercepat penyelesaian suntik vaksinasi pada lansia, tentunya kita butuh sarana yang lebih luas dan nyaman, hingga mal jadi pilihannya," ujarnya.

Ditambah, dengan proses vaksinasi yang dilakukan di mal, mampu membantu kegiatan perekonomian.

"Dengan kegiatan ini, kita juga mampu membantu meningkatkan ekonomi, karena si penerima vaksin tentunya tidak sendiri, pasti ditemani, terus kalau lagi nunggu proses vaksin, bisa jalan-jalan dulu, juga belanja,".

Sementara itu, Presiden Direktur Ciputra Residence, Budiarsa Sastrawinata mengatakan, bila pada program vaksinasi ini, pihaknya siap menyediakan sarana di mal, terlebih kegiatan itu juga mampu meningkatkan perekonomian.

"Sampai saat ini pun sudah 1.500 orang melakukan suntik vaksin di sini dan itu suntik vaksin dosis pertama tahap kedua, dengan dosis yang kita terima 3.000 dosis untuk tahap satu dan dua. Nantinya kalau kita kembali ditunjuk untuk jadi lokasi vaksinasi tahap ketiga, tentu kita siap," ungkapnya.