Menkes Budi: Semua Negara Maju Mengijon Vaksin COVID-19

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, Indonesia telah berhasil mengamankan sebanyak 600 juta vaksin COVID-19 yang diproduksi dunia saat ini. Jumlah tersebut untuk sementara dinilai cukup untuk mencapai herd immunity COVID-19 sebesar 70 persen dari populasi Indonesia.

Budi menegaskan, RI termasuk negara yang beruntung bisa mengamankan vaksin tersebut. Sebab, produksi vaksin global saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dunia untuk mengatasi pandemi yang terjadi.

Baca juga: Erick Thohir Jelaskan ke DPR, Vaksin COVID-19 Gratis dan Mandiri Beda

"Rakyat dunia 7,8 miliar. Jadi kalau mau herd immunity 70 persen dari populasi itu 5,5 miliar (harus divaksin). Artinya dibutuhkan 11 miliar dosis vaksin, dan kemampuan produksi sebelum ditambah vaksin lain, 6,2 miliar dosis per tahun sedunia," ujar Budi di acara 11 Tahun Kompas100 CEO Forum, Jakarta, 21 Januari 2021.

Dia mengungkapkan, perjuangan untuk mengamankan vaksin COVID-19 saat ini tidak mudah. Contohnya negara tetangga Indonesia yaitu Malaysia, yang kini belum bisa mengamankan vaksin itu. Rakyatnya pun protes.

"Jadi kalau kita asumsikan setengahnya dibutuhkan 3,5 tahun untuk negara yang telat booking untuk bisa suntikkan rakyatnya," tambahnya.

Apalagi menurut Budi, negara-negara maju telah bergerak cepat dengan memesan vaksin tersebut dalam jumlah yang besar. Hal itu jelas mempersulit negara berkembang, apalagi miskin, untuk mendapatkan vaksin.

"Semua negara maju telah mengijon, sampai 3-4 kali populasinya, jadi ini masalah dunia yang WHO juga sangat concern," tegasnya.