Menkes: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Indonesia Berada di Peringkat 4 Terbanyak Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini Indonesia berhasil masuk dalam jajaran lima besar negara dengan jumlah vaksinasi Covid-19 terbanyak di dunia. Indonesia berada di peringkat keempat dengan cakupan vaksinasi sebanyak 166,65 juta sasaran.

"Mencatatkan cakupan vaksinasi sebanyak 166,65 juta sasaran, Indonesia menempati urutan ke-4 setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, kemudian diikuti Brazil di peringkat kelima," jelas Budi Gunadi dikutip dari siaran persnya, Jumat (7/1/2022).

Menurut dia, Indonesia sudah menyuntikkan vaksin Covid-19 sebanyak 283.554.361 dosis per 4 Januari 2022. Capaian inilah yang mengantarkan Indonesia menjadi satu dari lima negara dengan cakupan vaksinasi terbanyak di dunia.

Adapun berdasarkan data Kementerian Kesehatan, cakupan vaksinasi Covid-19 nasional telah mencapai 284,15 juta dosis per 6 Januari 2022 pukul 18.00. Suntikan dosis pertama mencapai 168,33 juta dosis atau 80,83 persen dan dosis kedua 115,82 juta dosis atau 55,61 persen dari target.

Budi mengatakan capaian ini tidak terlepas dari dukungan dan upaya bersama dari seluruh elemen bangsa. Mulai dari kementerian/lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, organisasi sosial, organisasi keagamaan, pelaku usaha, hingga masyarakat dalam menyukseskan program vaksinasi nasional.

"Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sehingga bisa berjalan dengan baik," ujar Budi.

Target Selesai Vaksinasi April 2022

Dia menekankan pemerintah akan terus menggenjot cakupan vaksinasi nasional bagi 208,2 juta penduduk. Program vaksinasi ini ditargetkan akan selesai pada Maret atau April mendatang.

Budi mengakui saat ini ada tambahan jumlah sasaran yakni anak usia 6-11 tahun serta tambahan untuk vaksinasi dosis lanjutan atau booster mulai 12 Januari mendatang. Namun, dia meyakini jumlah vaksin Covid-19 yang tersedia masih mencukupi.

"Sekarang kita ada stok vaksin sekitar 140 juta dosis, kita targetkan kecepatan vaksinasi kita 50 juta sasaran dalam kurun waktu satu bulan. Kita juga sudah siapkan untuk vaksinasi booster untuk mengantisipasi Omicron. Jadi dipastikan stoknya masih ada," tutur dia.

Budi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan virus corona. Untuk itu, kata dia, vaksinasi harus terus berjalan untuk mempercepat tercapainya herd immunity atau kekebalan komunal.

"Selain itu, protokol kesehatan juga harus benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk memberikan perlindungan yang optimal," ucap Budi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel