Menkes Dapat Undangan WHO, Anggota DPR: Pasti Ada Hal Menarik

Syahrul Ansyari
·Bacaan 2 menit

VIVA - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengundang Menkes Terawan Agus Putranto untuk mengikuti konferensi pers bersama secara virtual pada Jumat, 6 November 2020. Hal itu pun mendapat tanggapan dari Anggota Komisi IX DPR, Rahmat Handoyo.

Menurutnya, itu adalah bentuk penghargaan yang luar biasa, tanpa rekayasa, dan tanpa settingan. Karena yang memberi penghargaan adalah WHO, badan kesehatan dunia yang berada dalam wadah PBB.

"WHO itu kan badan resmi kesehatan dunia yang pasti memiliki data lengkap dan tim riset sebelum membuat keputusan atau menentukan suatu pilihan. Pasti ada hal menarik yang dilihat WHO dari Indonesia dalam menangani pandemi virus corona," kata Rahmat melalui keterangan tertulisnya.

Baca juga: Diundang WHO, Menkes Terawan Dianggap Sukses Atasi COVID-19

Rahmat menuturkan salah satu hal yang menarik adalah jumlah penduduk Indonesia saat ini sebanyak 269 juta, atau 3,49 persen dari total populasi dunia. Indonesia berada di peringkat keempat negara berpenduduk terbanyak di dunia setelah Tiongkok (1,42 miliar jiwa), India (1,37 miliar jiwa), dan Amerika Serikat (328 juta jiwa).

“Dari data ini, kita bandingkan dengan Amerika Serikat misalnya. Lalu kita bandingkan jumlah kasus positif corona antara Indonesia dengan Amerika. Sampai bulan Agustus saja Amerika sudah tembus 5 juta. Kita hingga saat ini baru di angka 400 ribuan,” kata Rahmat.

Terkait pandangan miring yang mengarah ke Menkes Terawan dalam penanganan pandemi COVID-19, dia meminta para pihak melihat data statistik. Dia minta Indonesia tidak dibandingkan dengan negara-negara kecil yang penduduknya sedikit tapi dengan negara-negara besar.

"Lihat data statistik penanganan COVID-nya. Baru kita akan mendapat penilaian yang benar-benar objektif seperti penilaiannya WHO," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR lainnya, Edi Wuryanto, menilai undangan WHO itu tidak lepas dari kebijakan tepat dan ekstra hati-hati yang diambil Menkes Terawan dan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, kebijakan pemerintah mampu menangani pandemi COVID, dengan baik.

Hasilnya, angka kesembuhan di Indonesia mencapai 83 persen, lebih tinggi dari WHO, yang hanya 72 persen, sementara angka kematian terus menurun.

Tidak hanya itu, lanjut dia, meski tidak menambil kebijakan lockdown secara nasional, Indonesia masih tetap bisa lebih baik penanganan mengendalikan penyebaran COVID-19 dibanding banyak negara di dunia.

WHO mengundang Menkes Terawan dalam konferensi virtual tentang penanganan virus Corona COVID-19. Terawan menjadi representasi pemerintah Indonesia yang dianggap berhasil dalam melaksanakan IAR (Intra Action Review) nasional COVID-19.

WHO meminta Indonesia untuk berbagi pengalaman menangani wabah COVID-19 di Indonesia. Ada pun konferensi virtual tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 6 November 2020. (ren)