Menkes: Dokter R. Soeharto berkontribusi perbaiki kependudukan RI

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa salah satu pendiri Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dokter R. Soeharto berkontribusi besar dalam memperbaiki kondisi kependudukan RI sejak zaman proklamasi.

“Beliau dokter pribadinya proklamator Soekarno-Hatta. Tapi kalau kita baca lagi, beliau adalah tokoh pergerakan nasional. Salah satu keberhasilan beliau adalah beliau benar-benar bisa menyatukan Ikatan Tabib Indonesia dan IDI,” kata Budi dalam Peresmian Gedung PB IDI yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

Menkes menuturkan bahwa Dokter Soeharto telah berhasil menyatukan organisasi besar dalam bidang kesehatan menjadi organisasi profesi yang kini dikenal sebagai IDI. Banyak ilmu yang telah disumbangkan selama masa hidupnya sampai dengan akhir hayatnya.

Di zaman yang dapat dikatakan masih cukup sulit untuk mengatur keseimbangan penduduk, R. Soeharto mendirikan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Langkah itu diambil untuk mengurangi dan menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Menurut Budi, Dokter Soeharto telah memahami pentingnya mengatur kehamilan, guna mencegah tingginya kematian ibu. Pada saat itu, Dokter Soeharto telah berhasil memfokuskan pembangunan kependudukan melalui upaya preventif dibandingkan dengan upaya yang bersifat kuratif.

Baca juga: Menkes: Pasien Monkeypox di Indonesia sudah sembuh

“Beliau sudah sangat jauh konsep pemikiran mengenai sistem kesehatannya. Jauh lebih efisien melakukan intervensi kesehatan untuk kesehatan ibu dan anak, di sisi preventif dengan membangun program Keluarga Berencana dibandingkan dengan di sisi kuratif pada saat ibu dan anaknya,” katanya.

Budi mengatakan R. Soeharto yang juga merupakan dokter pribadi pasangan proklamator Indonesia Soekarno-Hatta itu, merupakan sosok yang memiliki visi yang sudah lebih maju, terutama mengenai sistem kesehatan nasional.

Dengan demikian Menkes berharap, dipakainya nama Dokter Soeharto sebagai nama gedung sekretariat kantor pusat IDI, dapat dilambangkan sebagai rumah di mana semua anggotanya bisa bersatu, bisa datang untuk berkumpul, berargumentasi, beradu pendapat tanpa bermusuhan.

Menkes berharap setiap dokter yang tergabung dalam IDI dapat menjadikan rumah yang dibeli oleh para pendiri IDI itu, sebagai sarana untuk menghasilkan ide-ide kreatif yang bisa dimanfaatkan di masa depan.

Sedangkan terkait dengan pengusulan R. Soeharto sebagai pahlawan nasional Indonesia, Budi mendorong julukan tersebut diberikan pada tokoh yang sangat berjasa pada pembangunan penduduk dan sistem kesehatan Tanah Air.

“Kalau orang (di masa lalu) yang masih hidup sekarang bisa menceritakan prestasi seseorang pantas atau tidaknya itu pasti akan terdengar, dan pasti akan sampai ke presiden dan pasti presiden yang sekarang ini akan mendengar. Saya berdoa mudah-mudahan bapak Dokter Soeharto bisa segera menjadi salah satu pahlawan nasional RI,” kata Budi.

Baca juga: Menkes: Stok vaksin COVID-19 di Indonesia berkisar 10 juta dosis