Menkes Dorong Industri Alat Kesehatan Lokal Lebih Agresif Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mendorong industri alat kesehatan (Alkes) dalam negeri untuk lebih agresif membangun kapasitas produksi alat kesehatan.

Upaya ini untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan dan alat medis dalam negeri.

"Melihat kebutuhan alat kesehatan, alat medis semakin banyak, ini merupakan kesempatan bagi industri alat kesehatan dalam negeri bisa lebih agresif membangun kapasitas untuk memproduksi alat kesehatan dalam negeri," katanya dalam Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanan Industri Alat Kesehatan, Senin (30/8/2021).

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menyebut, total pengeluaran untuk sektor kesehatan dalam negeri mencapai Rp 490 triliun setahun. Anggaran ini akumulatif dari konsumsi yang dilakukan oleh individu, perusahaan swasta, perusahaan BUMN, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.

"Dan yang paling besar memang digunakan untuk membayar layanan kesehatan yang diberikan oleh dokter maupun menggunakan alat kesehatan," sambungnya.

Potensi Besar Bisnis

Budi mengatakan, potensi bisnis di sektor kesehatan dalam negeri sangat besar. Karena itu, seharusnya industri Alkes dalam negeri mengambil langkah cepat untuk meningkatkan kapasitas produksi.

"Sangat sayang bila potensi bisnis ini terjadi tanpa membangun kapasitas manufaktur atau pembuatan industri dalam negeri, khususnya di sektor kesehatan," ujarnya.

Budi menambahkan, selain memenuhi kebutuhan alat kesehatan dalam negeri, peningkatan kapasitas produksi industri Alkes bisa memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Bila pertumbuhan ekonomi nasional menguat, Indonesia bisa menjadi negara besar dan kuat.

"Hanya dengan demikianlah ekonomi Indonesia akan bisa berputar dan Indonesia akan menjadi negara lebih besar dan kuat," tandasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel