Menkes Jelaskan Tahapan Bebas Masker, Kesadaran Menjaga Kesehatan Berangsur Baik

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjawab perkiraan kapan Indonesia bisa melepaskan masker sepenuhnya. Menurutnya, soal keputusan terkait endemi harus dikoordinasikan dengan Organisasi Kesehatan Dunia.

"Saya menekankan sekali lagi, pandemi menjadi endemi karena ini sifatnya pandemi global, bukan pandemi di Indonesia saja. Itu memang akan terjadi kalau sudah dikoordinasikan dengan WHO. Sekali lagi karena ini pandemi global, Indonesia tidak bisa mengambil keputusan sendiri mengenai sudah menjadi endemi," ujar Budi dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/5).

Budi menerangkan, faktor yang paling menentukan transisi pandemi menjadi endemi ialah kesadaran masyarakat. Masyarakat sudah tahu cara menjaga kesehatannya sendiri maupun standar protokol kesehatannya.

"Sehingga tidak ada pemaksaan dari pemerintah karena masyarakat sudah tahu sendiri dan itu sebenarnya adalah cara menjaga kesehatan yang paling baik, adalah diri kita sendiri menjaga kesehatan kita," kata Budi.

Mendidik Masyarakat Menjaga Kesehatan

"Kalau itu disambungkan dengan masker sebenarnya secara gradually yang Bapak Presiden lakukan bukannya mengendurkan tetapi mendidik masyarakat untuk memakai pertimbangannya sendiri apakah mereka-mereka merasa perlu pakai masker atau tidak," tuturnya.

Dia mencontohkan ketika masyarakat menghadapi hujan di situ masyarakat sudah pasti memakai jaket dan payung tanpa diatur pemerintah.

"Apa yang akan pemerintah lakukan adalah gradually memindahkan tanggung jawab untuk mengelola kesehatan diri pribadi masyarakat ke masing-masing individu. Dan kalau kita sudah berhasil masyarakat sudah paham, sudah teredukasi dengan baik, sudah memahami protokol kesehatan seharusnya sudah memiliki judgment kapan melakukan apa, itu ciri-cirinya penyakit sudah menjadi endemi," tandasnya. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel