Menkes Jelaskan Vaksin Merah Putih Masih Tahap Riset

Hardani Triyoga, Eka Permadi
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan kondisi vaksin Merah Putih yang saat ini masih belum bisa diproduksi. Vaksin buatan dalam negeri itu masih dalam tahap riset.

Budi mengatakan, dalam vaksin mesti melalui tahap pertama dari tiga tahap yang harus dilalui sebelum diedarkan, yaitu riset dan pengembangan.

"Yaitu untuk melakukan research and development dan output-nya berupa vaccine seeds (bibit vaksin)," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR yang dikutip pada Rabu, 13 Januari 2021.

Budi menyampaikan, riset dan pengembangan vaksin Merah Putih saat ini dilakukan di beberapa lembaga. Salah satunya lembaga biologi molekuler Eijkman.

Menurut dia, merujuk laporan yang diterimanya maka bibit vaksin hasil riset baru dapat diserahkan ke PT Bio Farma pada kuartal I-2021.

Selanjutnya, setelah diserahkan ke Bio Farma, bibit vaksin tersebut masih akan melalui serangkaian proses dan tiga tahap uji klinis. Dengan seluruh proses dan uji klinis, vaksin Merah Putih diperkirakan bisa siap pada kuartal II-2022.

“Akan selesai di awal kuartal II-2022. Kemudian approval diberikan untuk diproduksi,” lanjutnya.

Ia memastikan untuk mendukung pengembangan vaksin Merah Putih, pemerintah dalam hal ini Kemenkes akan memperkuat alokasi anggarannya. Hal ini untuk memperkuat riset vaksin COVID-19.

Menurutnya, vaksin Merah Putih disiapkan untuk memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19 pada 2022. Dengan perhitungan vaksin yang sudah dipesan saat ini akan habis pada 2021. Kata dia, Kemenkes sudah memperkirakan vaksinasi COVID-19 di Indonesia yang membutuhkan waktu 15 bulan.

“Jadi, ancar-ancar kami insya Allah ini akan jadi vaksin berikutnya," ujarnya.

Baca Juga: Pakai Kemeja Putih, Jokowi Disuntik Vaksin COVID-19 Sinovac