Menkes Jens Spahn: Jumlah Infeksi COVID-19 di Jerman Menurun

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Berlin - Pejabat kesehatan Jerman menyampaikan kabar baik untuk warga negaranya pada Kamis (29/4) mengenai penurunan tingkat infeksi COVID-19.

Selain itu ada juga rekor jumlah vaksinasi yang telah diberikan tetapi mengatakan jalan yang harus ditempuh masih panjang, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Jumat (30/4/2021).

Pada konferensi pers di Berlin, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn, bersama Lothar Wieler, Presiden Robert Koch Institute for Infectious Diseases (RKI), mencatat rata-rata jumlah infeksi baru per 100.000 orang di negara itu turun menjadi 155 Kamis lalu untuk hari ketiga berturut-turut.

Itu adalah level terendah dalam dua minggu. Pada hari Senin, angkanya 169.

Namun bagi Jens Spahn, penurunan angka itu mencerminkan peningkatan jumlah kasus yang "stagnan," dan belum ditentukan apakah itu hanya terjadi sekali atau mencerminkan berbaliknya tren terkini.

Ia mengatakan, perkembangannya masih belum cukup, karena unit-unit perawatan intensif rumah sakit Jerman masih penuh di banyak kota.

Jumlah vaksinasi

Para staf bekerja di pintu masuk lokasi vaksinasi COVID-19 di Berlin, ibu kota Jerman (27/12/2020).  Jerman sudah memberi suntikan pertamanya sehari lebih awal, hanya beberapa jam setelah menerima kiriman vaksin pertamanya. (Xinhua/Shan Yuqi)
Para staf bekerja di pintu masuk lokasi vaksinasi COVID-19 di Berlin, ibu kota Jerman (27/12/2020). Jerman sudah memberi suntikan pertamanya sehari lebih awal, hanya beberapa jam setelah menerima kiriman vaksin pertamanya. (Xinhua/Shan Yuqi)

Spahn juga mencatat bahwa Jerman memvaksinasi rekor 1,1 juta orang pada hari Rabu – lebih dari 1% populasi dalam satu hari.

Dia mengatakan itu berarti "sekarang, 25,9% orang Jerman telah divaksinasi setidaknya satu dosis, dan 7,5% telah divaksinasi lengkap dengan dua dosis."

Tetapi Wieler mengatakan masih terlalu dini untuk berbicara tentang pencabutan pembatasan di seluruh negeri itu.

Dia mengatakan jumlah tersebut menunjukkan kasus terus meningkat di antara mereka yang berusia di bawah 60 tahun, dan kasus di antara anak-anak “meningkat secara drastis.”

Saksikan Video Berikut Ini: