Menkes: Kasus Varian Omicron XBB di Batam Sudah Tinggi Sekali

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kasus Covid-19 subvarian Omicron XBB sudah sangat tinggi di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Menurutnya, ada sekitar 70-80 persen subvarian virus itu di kota tersebut.

"Batam tuh XBB-nya sudah tinggi sekali, mungkin sudah 70-80 persen," katanya di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta, Jumat (18/11).

Dia membeberkan penyebab XBB sudah mendominasi di kota Batam. Alasannya, karena dekat dengan negara Singapura.

"Nah ujiannya yang paling tinggi itu di Batam, karena mungkin dekat Singapore," ungkapnya.

Budi terus memantau apakah dalam satu atau dua pekan ke depan ada pelandaian kurva atau flattening curve di Kota Batam. Jika ada flattening curve, maka benar dominasi kasus XBB di Batam karena dekat dengan Singapura.

"Sekarang tinggal saya lihat, Batam dalam seminggu-dua minggu ini flattening (curve) apa enggak. Kalau Batam itu flattening, artinya benar," jelasnya.

Data terbaru Satgas Covid-19 yang dirilis pada Jumat (18/11) 2022 memperlihatkan, terjadi penambahan 6.699 kasus virus corona dalam sehari. Pada periode yang sama, ada 32 kasus kematian dan dan 5.854 pasien sembuh.

Sementara, per hari ini, Jumat, (18/11) 2022, Provinsi Kepri memiliki penambahan kasus Covid-19 sebanyak 20 kasus, sembuh 53, dan meninggal akibat virus menular tersebut satu orang.

Peneliti mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran UI Prof. dr. Amin Soebandrio menjelaskan karakteristik dari varian Covid-19 Omicron XBB, Menurut Amin, varian XBB ini memiliki kemampuan untuk menyelamatkan diri dari serangan antibodi manusia.

"Jadi kalau seseorang sudah memiliki antibodi baik yang diperoleh secara alami pascainfeksi ataupun pascaimunisasi itu kan bisa diharapkan bisa mengeliminasi virus yang masuk. Nah dengan mutasi-mutasi ini si virus bisa orang Jakarta bilang ngeles. Jadi diserang dia bisa ngeles. Diserang dia bisa menyelamatkan dari serangan antinodi tadi," kata Amin dalam webinar 'Perkembangan Pandemi di Indonesia dan Gejala pada Pasien Covid-19', Rabu (16/11).

Dia menjelaskan, antibodi bisa didapatkan seseorang dari tiga hal. Di antaranya diperoleh dari infeksi virus, vaksinasi dan antibodi yang diberikan saat seseorang sakit berat. Akan tetapi, kata Amin, varian XBB bisa lolos dari ketiga antibodi tersebut.

"Jadi sebenarnya antibodi itu ada tiga, satu yg diperoleh dari infeksi, kedua diperoleh dari vaksinasi dan ketiga yang diberikan saat seseorang sakit berat. Nah ini virus yang baru ini bisa meloloskan diri dari tiga-tiganya. Makanya kita lihat gejalanya orang yang sudah divaksiansi pun bisa tetep terinfeksi oleh omicron dan teman-temannya," papar Amin.

Amin menuturkan, varian XBB ini cenderung lebih cepat menular dibandingkan varian Covid-19 sebelumnya. Akan tetapi, tidak sampai menyebabkan gejala pasien menjadi lebih berat atau fatal.

"Omicron sub varian yang XBB ini memang concernnya adalah cepat menular. Tapi kalau, security-nya WHO sendiri tidak menganggap sebagai hal yang concern, justru penularannya yang jadi concern," tutup Amin.

[fik]