Menkes : Kepala RSUD Tangsel Langgar Aturan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyayangkan berlarutnya kisruh yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Selatan (RSUD Tangsel). Apalagi kisruh itu justru dipicu adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh manajemen rumah sakit. "Kepala rumah sakit sudah melanggar praktek kedokteran dan menabrak beberapa aturan," kata Nafsiah, di kantornya, Kamis, 26 September 2013.

Menurut Nafsiah, dalam prakteknya, Kepala Rumah Sakit Tangerang Selatan sudah melanggar Undang-Undang Kesehatan karena memperkerjakan dokter asing tanpa izin Konsil Kedokteran Indonesia.

Aturan mempekerjakan dokter asing ini juga sudah diatur dalam Undang-Undang tentang Praktek Kedokteran dan dijabarkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan. Dalam aturan itu, setiap dokter asing yang bekerja di rumah sakit Indonesia harus atas dasar transfer teknologi dan bekerja sama dengan RS pendidikan.

Nafsiah menilai, berlarutnya persoalan di RSUD Tangsel yang berujung pada pembubaran komite medis adalah akibat ketidaktahuan kepala rumah sakit. Menurut dia, rumah sakit seharusnya dipimpin oleh orang yang punya latar belakang di bidang kesehatan. "Inilah akibat rumah sakit dipimpin bukan orang kesehatan, tak punya manajemen RS dan tak peduli UU."

Kepala rumah sakit, kata Nafsiah, seharusnya tak bisa membubarkan komite kesehatan tanpa prosedur. Apalagi bila pembubaran itu sampai mengganggu layanan rumah sakit. Dia berharap, Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera bertindak dan mencari solusi untuk menyelesaikan kisruh. Sesuai UU Otonomi Daerah, kata Nafsiah, Kementerian Kesehatan hanya bisa melakukan koordinasi. "Kewenangan penuhnya tergantung pemda."

Sebelumnya puluhan dokter RSUD Tangerang Selatan melakukan unjuk rasa menentang kebijakan rumah sakit yang mempekerjakan dokter asal Malaysia. Demonstrasi ini berujung pada pemecatan lima dokter dan dikeluarkannya surat peringatan (SP) pada beberapa dokter.

Terakhir rumah sakit juga membubarkan komite medis rumah sakit sejak Senin, 23 September 2013. Adapun surat pembubaran komite baru mereka terima pada Selasa, 24 September 2013.

IRA GUSLINA SUFA

Topik Terhangat

Mobil Murah | Kontroversi Ruhut Sitompul | Guyuran Harta Labora | Info Haji | Tabrakan Maut

Berita Terpopuler

Lurah Susan Didemo, Grace Tiaramudi Dipuji Warga

Jokowi: Lurah Susan Tak Akan Dipindah

Temui Warga, Lurah Susan: Ada Satu Poin Penting

Ini Pengakuan Tersangka Penyekap Penjual Kopi

Biaya Rumah Sakit Dul Tak Dibayar Asuransi

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.