Menkes klaim target MDGs tercapai

MERDEKA.COM, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakan, saat ini pencapaian MDGs di Indonesia cukup menggembirakan. Sebagian besar sasaran Millineum Development Goals (MDGs) bidang kesehatan diperkirakan akan tercapai atau on the track.

Menkes mengatakan, Indonesia telah menurunkan prevalensi balita dengan berat badan rendah atau kekurangan gizi (MDG-I), pengendalian penyebaran dan penurunan kasus baru tuberkolosis telah mencapai target (MDG-6), menurunkan angka kematian bayi dan Balita (MDG-4), mengendalikan penyebaran dan mulai menurunkan kasus baru malaria (MDG-6).

"Perlu diberikan perhatian khusus pada sasaran MDG yang masih off track, yaitu MDG-5 menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan dan MDG-6 mengendalikan menurunkan infeksi baru HIV," kata Nafsiah Mboi.

Hal ini disampaikan Menkes saat membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Operasional Progam (Rakor POP) di Jakarta, Selasa (13/11).

Menurutnya, AKI secara nasional periode 1994-2007 menunjukkan penurunan signifikan. Pada 2010, AKI nasional 214 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara target MDG-5 adalah menurunkan AKI hingga 3/4 pada tahun 2015 menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup.

"Kecenderungan penurunan tahun 2015 diperkirakan baru mencapai 161 per 100.000 kelahiran hidup. Karena itu, diperlukan kerja keras dan dukungan dari semua pihak adar Indonesia dapat mencapai target MDG-5 tersebut," jelas Nafsiah.

Sedangkan cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dari tahun ke tahun, menurutnya mengalami peningkatan. Dari 84,78 persen (2010) menjadi 87,40 persen (2011).

"Saya harap peralatan antenatal care (ANC) dan alat pemeriksaan hemoglobin dilengkapi di puskesmas," pinta Nafsiah.

Sementara itu, terkait MDG-6 mengenai HIV/AIDS, data jumlah kasus AIDS sampai dengan 30 Juni 2012, dilaporkan sebanyak 2224 kasus dari 33 propinsi. Ia menegaskan, semakin banyak kasus HIV yang dideteksi lebih awal. Sehingga kasus AIDS menurun. Saat ini, angka kematian akibat AIDS 2,4 persen dan angka ini menurun tajam dari data sebelumnya yakni 40 persen di tahun 2000.

"Seluruj daerah perlu mendapatkan perhatian serius, baik dalam penanggulangan maupun pencegahan HIV/AIDS. Sara berharap seluruh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi segera mengambil langkah-langkah yang tepat guna meminimalisasi perluasan masalah HIV/AIDS," tegasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.