Menkes Klaim Tidak Ada Penambahan Kasus Gagal Ginjal Akut Dalam Dua Minggu Terakhir

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sudah dua minggu lebih tidak ada penambahan kasus baru gagal ginjal akut di Indonesia. Dia menyebut, sejak obat-obat sirop yang dilarang disetop, kasus gagal ginjal akut berhasil turun.

"Kesehatan sebenarnya sudah selesai. Kenapa? Sejak kita berhentiin obat-obatan tersebut itu turun drastis. Dan sudah tidak ada kasus baru lagi itu, sudah dua setengah minggu. Jadi kita sudah out room," katanya di Kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta, Jumat (18/11).

Menurutnya, penyebab gagal ginjal akut berasal dari obat. Maka, semenjak daftar obat sirop yang dilarang sudah dirilis, kasus gagal ginjal akut menurun.

"Bahwa memang obat-obatan itu adalah penyebab itu adalah penyebab terjadi ginjal akut. Begitu sudah kita setop, sudah enggak kasus baru, ya rumah sakit kita sudah turun terus yang dirawat ginjal akut," ujarnya.

Sementara, untuk kasus kematian juga sudah melandai. Budi mengungkapkan, hanya ada 1 pasien yang meninggal akibat gagal ginjal akut lantaran kondisinya sudah parah.

"Kematian masih ada dua hari atau tiga hari yang lalu, satu. Itu kematian karena sisa-sisa yang dulu, karena sudah terlampau rusak ginjalnya, sudah 35 hari di rumah sakit, 40 hari, enggak bisa diperbaiki,”terangnya.

"Jadi kalau Kemenkes, tugasnya kan menjaga kesehatan masyarakat, kita mengurus dokter, apotek. Kalau yang obat-obatannya itu memang wewenangnya ada di BPOM," tandas Budi.

[fik]