Menkes minta remaja putri rutin konsumsi TTD guna tekan stunting

Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin meminta para remaja putri untuk mulai rutin mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) guna menekan stunting atau kekerdilan pada anak di Indonesia.

"Tablet tambah darah itu mencegah stunting," ujarnya saat mengunjungi sejumlah sekolah yang berada di kawasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Selain itu, lanjut dia, mengkonsumsi tablet tambah darah secara rutin juga dapat mengurangi risiko kematian ibu saat melahirkan dan kematian bayi saat lahir.

Dalam lawatannya itu, Menkes Budi mengunjungi SMA Negeri 1 Cibinong, SMPN 1 Cibinong, SMAN 2 Cibinong, dan SMKN 1 Cibinong dalam rangka kampanye #AksiBergizi berupa pemberian TTD bagi remaja putri di sekolah.

"Inilah tugas saya memastikan adik-adik zat besinya cukup. Salah satu caranya dengan memberikan tablet tambah darah," katanya.

Di hadapan para siswa-siswi SMA Negeri 1 Cibinong, ia menyampaikan bahwa per tahunnya terdapat sekitar 7.000 ibu meninggal saat melahirkan dan 25.000 bayi lahir meninggal akibat kekurangan zat besi.

Dengan para remaja putri rutin mengkonsumsi tablet tambah darah, ia mengharapkan, dapat mencegah ibu meninggal saat melahirkan dan bayi lahir meninggal.

"Sekarang sudah ada tablet tambah darah yang rasanya manis karena ada tambahan gula sedikit," ucapnya.

Sementara itu, dihadapan siswa-siswi SMP Negeri 1 Cibinong, Menkes Budi juga meminta para remaja putri mengkonsumsi rutin tablet tambah darah hingga ke fase kehidupan berikutnya, yaitu menikah, hamil, dan melahirkan.

"Kalau kita punya anak dan kurang gizinya, anaknya jadi bodoh, orang yang stunting itu 20 persen IQ-nya di bawah normal," tuturnya.

Hal sama juga disampaikan Menkes Budi di sekolah lainnya. Dalam kesempatan itu, Budi memberikan tiga tips agar para siswa-siswi tetap sehat.

Pertama, rajin olahraga agar sehat. Kedua, makan makanan dengan gizi seimbang. Dan ketiga, minum TTD bagi remaja putri untuk mengurangi risiko kematian saat melahirkan dan bayi lahir meninggal serta mencegah stunting pada anak.

"Jadi tiga itu saja, itu bisa mengurangi kematian ibu dan bayi lahir meninggal. Konsumsi tablet tambah darah supaya anak kita jangan stunting dan bodoh," ucapnya.

Dalam kunjungan ke sekolah itu, Menkes Budi menyerahkan kotak makan berisi telur, susu, dan tablet tambah darah yang diprioritaskan untuk murid perempuan saja.

Baca juga: Pusat Kajian Gizi Riau terjunkan 216 mahasiswa tekan stunting
Baca juga: Tekan kasus "stunting", Pemkot Jaktim gandeng ACT
Baca juga: Tekan stunting, Kabupaten Bogor dukung Program Isi Piringku Kemenkes

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel