Menkes Pastikan Anggaran Covid-19 Masih Aman, Ada Rp 131 Triliun

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan anggaran pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19 masih tersedia dan dapat dimanfaatkan secepat dan setepat mungkin.

Hal tersebut juga telah dikonfirmasi Menkes Budi kepada Bendahara Negara yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"Bu Sri Mulyani juga menyampaikan beberapa kali bahwa tak perlu khawatir karena uangnya disiapkan, tinggal sekarang bagaimana kita bisa mengutilisasikan itu seefisien mungkin," kata Budi dalam konferensi pers daring yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Jakarta, Jumat.

Budi menjelaskan anggaran secara khusus untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp131 triliun. Penyerapan anggaran itu hingga Juni 2021 masih sekitar 50 persen.

"Anggaran untuk penanganan Covid-19 khusus itu ada Rp131 triliun dan penyerapannya sekarang sampai Juni masih sekitar 50 persen. Itu pun banyaknya di anggaran yang di Kemenkes," ujarnya.

Menurut Budi, terdapat pula anggaran penanganan Covid-19 di pagu lainnya yang disiapkan pemerintah yakni anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Namun, realisasi penyerapan anggaran di APBD tersebut masih rendah.

"Ada anggaran lain di luar itu yang dialokasikan delapan persen yang ada di APBD. Itu serapannya masih rendah. Saya tidak ingat angka pasnya, tapi seingat saya masih belasan persen," ujarnya.

Dengan begitu, Menkes memastikan tidak ada permasalahan untuk anggaran penanganan Covid-19. Tantangannya adalah bagaimana mengoptimalkan anggaran tersebut secara tepat dan cepat untuk mengatasi pandemi Covid-19.

"Mengenai anggaran? Ada. Tinggal bagaimana menggunakannya secepat mungkin dan setepat mungkin," ujar mantan Wakil Menteri BUMN ini.

Kasus COVID-19 terus meningkat di Indonesia. Data terakhir Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebutkan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Kamis (24/6/2021) bertambah 20.574 kasus menjadi total 2.053.955 kasus Covid-19 sejak Maret 2020.

Menkes: Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 di Pemerintah Pusat Baru 50 Persen

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menghadiri acara Mata Najwa dalam sesi 'Beres-beres Kursi Menkes' pada 6 Januari 2021. (Dok Kementerian Kesehatan RI)
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menghadiri acara Mata Najwa dalam sesi 'Beres-beres Kursi Menkes' pada 6 Januari 2021. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 131 triliun. Hingga Juni 2021, serapan anggaran tersebut sudah mencapai 50 persen.

"Penyerapannya sekarang sampai bulan Juni masih sekitar 50 persen. Itu pun banyaknya di anggaran yang di Kementerian Kesehatan," kata dia dalam konferensi pers Update Penanganan Covid-19 yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, Jumat (25/6/2021).

Selain dari pemerintah pusat, penanganan Covid-19 juga mendapat alokasi khusus dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Namun, serapan anggaran penanganan Covid-19 yang bersumber dari APBD masih rendah.

"Saya tidak ingat angka pasnya, tapi seingat saya masih belasan persen," jelasnya.

Budi memastikan, anggaran untuk penanganan Covid-19 di Indonesia masuk kategori aman. Kepastian ini berdasarkan pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

"Ibu Sri Mulyani juga menyampaikan beberapa kali bahwa tidak perlu khawatir karena uangnya disiapkan. Tinggal sekarang bagaimana kita bisa memakai seefisien mungkin," ujarnya.

Capai Rekor Tertinggi

Petugas Puskemas Kampung Melayu mendata warga Kebon Pala saat pelaksanaan vaksinasi COVID-19, Jakarta, Jumat (18/6/2021). DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta jemput bola dengan melibatkan jajaran pemerintahan terkecil untuk memperluas cakupan vaksinasi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas Puskemas Kampung Melayu mendata warga Kebon Pala saat pelaksanaan vaksinasi COVID-19, Jakarta, Jumat (18/6/2021). DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta jemput bola dengan melibatkan jajaran pemerintahan terkecil untuk memperluas cakupan vaksinasi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebagai informasi, data Kementerian Kesehatan 24 Juni 2021, 2.053.995 orang di Indonesia positif Covid-19.

Setelah terjadi peningkatan kasus Covid-19 harian yang mencatat rekor tertinggi selama pandemi Covid-19, yakni menyentuh angka 20.575 orang.

Dari total 2.053.995 kasus positif Covid-19, 55.949 orang di antaranya meninggal dunia, 1.826.504 sudah sembuh dan 171.542 masih menjalani perawatan atau isolasi.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel