Menkes Pastikan Vaksinasi Kanker Serviks Gratis Tahun Ini

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi memastikan vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) akan digratiskan kepada seluruh wanita Indonesia mulai tahun ini. Vaksin HPV bisa mengurangi risiko terkena kanker serviks.

"Gratis, dibiayai oleh negara tahun ini," katanya di Jakarta, Selasa (19/4).

Dia menegaskan, vaksinasi HPV bukan untuk menyembuhkan kanker serviks. Melainkan sebagai upaya preventif dan promotif, menekan risiko terkena kanker serviks dan mengurangi beban negara.

"Seperti Covid-19 kalau kita sakit biayanya puluhan juta masuk rumah sakit. Tapi kalau kita cegah preventif pakai masker, minum vitamin, itu kan jauh lebih murah," jelasnya.

Sebelumnya, Budi mengungkapkan, akan mewajibkan vaksinasi kepada seluruh wanita Indonesia.

"Jadi kita akan wajibkan vaksinasi kanker serviks untuk bisa mencegah agar para wanita Indonesia tidak usah kena kanker di ujung," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (25/1).

Dia mencatat, kanker serviks merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi bagi wanita Indonesia. Padahal, penyakit tersebut bisa dicegah dengan vaksinasi.

"Lebih baik kita lakukan pencegahan. Balik lagi tujuannya agar mereka hidup lebih produktif, tidak usah mengalami kanker ini," jelasnya.

"Juga dari sisi negara lebih murah karena memberikan vaksin kanker serviks jauh lebih murah dibandingkan dengan merawat sang ibu atau sang wanita terkena kanker serviks nanti setelah tahapnya lanjut," imbuhnya.

Selain mewajibkan imunisasi HPV, pemerintah akan memberikan vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccines) dan Rotavirus kepada bayi di bawah dua tahun. Vaksin HPV untuk mencegah pneumonia, sedangkan Rotavirus untuk mencegah diare pada anak.

"Ini dua penyakit infeksi yang paling banyak mengenai bayi di bawah dua tahun. Kalau bayi di bawah dua tahun terkena infeksi, semua energinya, asupan gizinya akan beralih digunakan oleh tubuh untuk menangkal infeksi ini sehingga menyebabkan bayi ini bisa terkena stunting," paparnya.

Menurut Budi, pemerintah bekerja keras mencegah stunting pada anak. Berdasarkan hasil penelitian, kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient) anak yang terkena stunting mengalami penurunan hingga 20 persen.

"Sehingga akan sayang bagi produktivitas rakyat Indonesia kalau memang bayinya terkena stunting. Oleh karena itu, kita berikan pencegahan dalam bentuk vaksin anti pneumonia dan diare," katanya mengakhiri.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan menyusun rencana strategis reformasi kesehatan, yakni imunisasi 14 jenis vaksin secara nasional sebagai upaya menekan kematian ibu dan anak. Imunisasi rutin sebelumnya hanya menggunakan 11 jenis vaksin. Tiga jenis vaksin tambahan yaitu HPV, PCV, dan Rotavirus. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel