Menkes Prediksi Awal Tahun Baru Kasus Positif COVID-19 Naik

Syahrul Ansyari, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi jumlah kasus positif COVID-19 akan naik di awal tahun baru 2021. Kenaikan itu dikhawatirkan bisa dipicu oleh libur panjang akhir tahun.

"Berdasarkan data yang kami amati, beberapa liburan panjang yang terakhir selalu terlihat ada lonjakan dari infeksi virus antara 30 sampai 40 persen lonjakan. Mengapa itu terjadi, karena memang mobilitasnya yang sangat tinggi," kata Budi di Kantor Presiden di Jakarta, Selasa 29 Desember 2020.

Budi menekankan, kenaikan infeksi kasus itu bakal terjadi 10-14 hari setelah hari libur panjang berakhir. Dengan demikian, ia juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait hal ini. Yakni menyiapkan rumah sakit siap dari ketersediaan ruang inap, isolasi, dokternya, perawat, obat, alat pelindung diri dan lain sebagainya.

"Ini akan terjadi sekitar tanggal 16 sampai 18 (Januari). Kita ingin memastikan bahwa seluruh infrastruktur kesehatan di seluruh kota-kota besar yang taraf infeksinya tinggi itu siap dan kami akan bekerja keras di liburan akhir tahun ini untuk memastikan bahwa ini siap," kata Menkes.

Baca juga: Dokter yang Meninggal karena COVID-19 di Makassar Capai 9 Orang

Di sisi lain, mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara itu menyarankan kepada masyarakat yang telah memilih liburan ke luar kota agar menjaga diri. Bagi pekerja kantoran disarankan tidak langsung masuk ke kantor atau lebih baik bekerja dari rumah. Budi mengharapkan mobilitas masyarakat dikurangi selama 5-10 hari setelah berlibur.

"Dengan demikian itu bisa membantu mengurangi lonjakan dari infeksi COVID-19 sesudah liburan panjang. Ini akan sangat membantu para tenaga kesehatan, para dokter, para perawat yang harus bekerja sangat keras nantinya kalau ada banyak pasien-pasien yang masuk rumah sakit," ujar Menkes. (ren)