Menkes: Rebutan Vaksin di Seluruh Dunia Makin Keras

Syahrul Ansyari, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengakui saat ini vaksin COVID-19 jadi rebutan banyak negara. Setelah beberapa negara produsen vaksin melakukan embargo, kini cairan antibodi itu tengah dicari-cari.

"Memang sekarang di seluruh dunia rebutan vaksin itu makin keras," kata Budi saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi para seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin 19 April 2021.

Untungnya, kata Budi, Indonesia telah memesan vaksin terlebih dulu dan mendapatkan komitmen vaksin dari berbagai negara. Sebut saja China, Jerman, Amerika dan Inggris.

"Sehingga kalau ada satu yang terganggu yang lainnya insya Allah masih lancar. Nah salah satu yang lancar ini dari China, jadi rutin mereka memang setiap dua minggu itu ada pengiriman," tutur bekas bos Bank Mandiri tersebut.

Baca juga: Sikap Menkes Terkait Polemik Vaksin Nusantara

Terakhir, lanjut Budi, perusahaan Sinovac dari China mengirimkan 6 juta dosis vaksin, yang baru saja tiba Minggu kemarin. Pengiriman itu mengacu pada komitmen keseluruhan yakni 140 juta vaksin atau sudah memasuki tahap ke- delapan.

Budi tetap meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan meski sudah banyak orang yang mengikuti imunisasi COVID.

"Terus pakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan. Karena memang sayang kita (kasus harian) sudah turun, jangan sampai nanti ada lonjakan ketiga seperti yang terjadi di negara-negara lain di Eropa, Asia maupun di Amerika selatan. Salam sehat," kata Budi.