Menkes resmikan pencanangan bulan imunisasi anak nasional di Kepri

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meresmikan pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2022 di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu.

"Pencanangan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya BIAN dalam rangka tercapainya target eliminasi campak rubella yang ditargetkan pada tahun 2023, juga mempertahankan Indonesia bebas polio dan dunia bebas polio pada 2026," kata Menkes Budi.

Menkes menyebut BIAN 2022 dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama dilaksanakan pada Bulan Mei 2022 meliputi seluruh provinsi di luar Jawa dan Bali, dan tahap kedua dilaksanakan pada Bulan Agustus 2022 di seluruh provinsi Pulau Jawa dan Bali.

Ia mengungkapkan bahwa pencanangan BIAN ini merupakan salah satu bentuk upaya reformasi sektor kesehatan di bidang layanan promotif dan preventif, yang mana melakukan refomasi di sektor kesehatan menjadi salah satu dari tiga tugas utama Menkes Budi dari Presiden Jokowi.

"Saya dikasih tugas sama Bapak Presiden ada 3, pertama melaksanakan vaksinasi COVID-19 secepat-cepatnya, kemudian tugas kedua atasi pandemi ini supaya masyarakat bisa kembali hidup normal, dan yang ketiga adalah melakukan reformasi di sektor kesehatan," ujarnya.

Budi menambahkan pembaruan yang diinisasi dalam reformasi tersebut, salah satunya penambahan 3 imunisasi wajib dari yang sebelumnya 11 menjadi 14.

Ketiga imunisasi yang dimaksud, pertama rotavirus untuk anti diare, kedua PCV anti pneumonia. Keduanya penting karena anak-anak meninggal paling banyak karena infeksi diare dan paru.

"Yang ketiga adalah HPV untuk mencegah kanker serviks, karena kanker serviks merupakan penyakit kedua yang paling banyak menyebabkan kematian ibu," jelas Menkes Budi.

Pencanangan BIAN 2022 juga disejalankan dengan peluncuran Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK). ASIK merupakan aplikasi pencatatan hasil layanan yang wajib dilakukan dalam rangka pelaksanaan BIAN. Sehingga ke depan imunisasi ini akan dimasukkan datanya seperti data COVID-19.

"Aplikasi ini akan kita berikan ke semua puskesmas, dinas-dinas kesehatan. Proses vaksinasinya pun akan seperti vaksin COVID-19, ada datanya dan kita sudah tahu siapa yang harus divaksin," paparnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengucapkan terima kasih dan apresiasi karena Provinsi Kepri dijadikan tuan rumah pencanangan BIAN pertama ini. Menurutnya ini tentu akan memacu semangat memperluas cakupan imunisasi di Kepri.

"Pencanangan BIAN di Kepri tentu menambah semangat kami dalam menyemarakkan bulan imunisasi ini. Karena bicara imunisasi anak, kita berbicara tentang warna dan masa depan bangsa" ucap Gubernur.

Gubernur Ansar menambahkan, target capaian kegiatan BIAN selama satu bulan ini adalah sebanyak 24.000 anak lebih, yang tersebar di seluruh Kabupaten dan Kota di Kepri.

Ia turut menyampaikan pandemi COVID-19 mempengaruhi capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) Provinsi Kepri, di mana capaian IDL mengalami penurunan yang signifikan dari 96,8 persen (tahun 2019) menjadi 89,6 persen di tahun 2020 dan 81,3 persen di tahun 2021.

"Hal ini dikarenakan beberapa Posyandu terpaksa ditutup atau dihentikan pelaksanaannya untuk mengurangi atau menghindari penularan dan penyebaran COVID-19," demikian Ansar.
Baca juga: Kepri tetap laksanakan BIAN meski Presiden batal ke Tanjungpinang
Baca juga: Kemenkes sebut Bulan Imunisasi Anak Nasional 2022 digelar dua tahap
Baca juga: Pemerintah jalankan tiga strategi BIAN kejar cakupan imunisasi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel