Menkes: Riset takaran dosis booster rampung 10 Januari 2022

·Bacaan 2 menit

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengemukakan riset takaran dosis vaksin booster atau suntikan dosis ketiga vaksin COVID-19 sebagai penguat antibodi masyarakat Indonesia dijadwalkan rampung pada 10 Januari 2022.

"Sekarang Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) sedang melakukan riset. Mudah-mudahan bisa selesai di tanggal 10 Januari 2022," kata Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan keterangan pers terkait PPKM yang diikuti dari YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin siang.

Budi mengatakan pemerintah membutuhkan sekitar 230 juta dosis vaksin COVID-19 untuk kebutuhan vaksinasi booster yang menyasar sekitar 21 juta jiwa masyarakat Indonesia. Sekitar 113 juta dosis lebih di antaranya telah tersedia dan siap digunakan di fasilitas penyimpanan milik pemerintah.

Baca juga: Menkes: Vaksinasi booster sasar 21 juta jiwa masyarakat Indonesia

Baca juga: Ahli UI: Vaksin "booster" sangat penting atasi varian Omicron

Budi mengatakan jenis vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat umum dapat berupa merek vaksin yang berbeda atau sama dengan suntikan kedua vaksin sebelumnya.

"Yang menarik adalah, Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan untuk Moderna itu boosternya half dose karena ada isu kerasnya Moderna atau efek Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI)," katanya.

Jika hasil riset ITAGI maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyebutkan takaran penggunaan dosis penuh maupun setengah dosis vaksin Pfizer dan Moderna tidak memberikan efek yang berbeda, kata Budi, maka takaran dosis booster yang digunakan adalah setengah dosis atau half dose.

Baca juga: PM Inggris: 90 persen pasien di ICU belum divaksin 'booster'

Budi mengatakan skema tersebut dapat diberlakukan kepada kelompok masyarakat sasaran penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang akan menerima vaksin secara gratis melalui subsidi pemerintah.

"Memang half dose dan full dose tidak ada beda dari sisi efektifitasnya, kita bisa menggunakan half dose, maka kemungkinan besar seluruh kebutuhan vaksin bisa dipenuhi dari yang gratis," katanya.

Seluruh skema tersebut hingga saat ini masih dalam diskusi yang melibatkan para pakar ilmu kesehatan. "Nanti hasilnya akan keluar sesudah laporan dari tim profesor-profesor di ITAGI tanggal 10 Januari 2022," katanya.

Program vaksinasi booster di Indonesia sudah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo akan bergulir pada 12 Januari 2022.

Baca juga: Pemerintah rencanakan vaksin booster diberikan awal 2022
Baca juga: Guru Besar UGM: Semua jenis vaksin berpotensi jadi "booster"
Baca juga: Seberapa efektif "booster" vaksin COVID-19?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel