Menkes Sebut 1.800 Korban Gempa Cianjur Luka Ringan, 474 Luka Berat

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau kesiapan rumah sakit di Cianjur, Jawa Barat, untuk menangani pasien korban gempa bumi bermagnitudo 5,6 pada Senin (21/11). Peninjauan ini untuk memastikan korban luka berat maupun luka ringan tertangani dengan baik.

"Saya datang untuk memastikan kesiapan seluruh rumah sakit di Cianjur. Tujuannya satu untuk orang yang dirawat jangan sampai ada yang meninggal, itu saja," ujar Budi di Cianjur, Rabu (23/11).

Budi meminta tenaga kesehatan fokus menangani pasien dengan luka berat agar tidak meninggal dan korban luka ringan segera sembuh. Dia menyebut, tim Kementerian Kesehatan sudah mengidentifikasi jumlah pasien luka berat dan luka ringan akibat gempa Cianjur. Untuk luka berat sebanyak 474 pasien dan luka ringan sekitar 1.800 orang.

"Pasien luka berat yang berjumlah 474 itu, 140 orang di antaranya sudah dirujuk ke rumah sakit di wilayah sekitar seperti Bogor, Sukabumi, dan Bandung," jelasnya.

Budi mengatakan, dokter yang menangani korban gempa Cianjur beragam, mulai dari spesialis ortopedi hingga bedah. Data kemarin, Kemenkes sudah mengirimkan 22 tenaga kesehatan dan satu ambulans ke Cianjur.

"Dokter sekarang sudah berdatangan, yang dibutuhkan adalah dokter spesialis ortopedi dan bedah. Itu timnya sudah datang ada dari RS Hasan Sadikin, Bandung, RS Cipto Mangunkusumo, ada juga dokter dari TNI," tuturnya.

Ketersediaan Ruang Operasi dan Obat-obatan

Budi menyebut, berdasarkan hasil peninjauannya, ada 15 ruang operasi yang bisa digunakan untuk menangani pasien di Cianjur. Rinciannya, di RS Bhayangkara ada 1 kamar operasi, RSUD Sayang 8 ruang operasi, RS Dr. Hafiz 2 ruang operasi, dan RSUD Cimacan 4 ruang operasi.

“Jadi sebenarnya sudah cukup ada 15 ruang operasi kalau masing-masing ruang operasi menargetkan 10 kali tindakan. Artinya dalam sehari bisa ada 150 orang yang dioperasi. Dengan demikian 334 pasien bisa selesai dalam 3 hari sampai 4 hari,” tutur Budi.

Terkait obat-obatan, Budi memastikan pasokan masih mencukupi karena jalur logistik menuju Cianjur terbuka. Distribusi obat sejak kemarin berjalan lancar.

“Obat-obatan tidak ada masalah. Saya tadi hanya melihat listrik mungkin perlu diperbaiki supaya alat-alat seperti CT Scan bisa digunakan. Itu penting sekali untuk bisa menangani masyarakat yang luka berat akibat gempa,” kata Budi. [tin]