Menkes sebut Indonesia berikan pendanaan FIF 50 juta dolar AS

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa Indonesia memberikan pendanaan ke dana perantara keuangan atau "financial intermediary fund/FIF)" sebesar 50 juta dolar AS (setara Rp725 miliar, kurs Rp14.500) dalam rangka memperkuat sistem kesehatan global.

"Bersama-sama kami telah sepakat untuk membentuk FIF dengan negara-negara G20, saya sudah komitmen kasih 50 juta dolar AS," ujar Menkes dalam sambutan "Health Working Group 2nd & Side Event One Health" di Lombok, NTB, Senin.

Ia mengharapkan banyak negara berkomitmen untuk memberikan dananya ke FIF sebagai bagian dari upaya dunia untuk memperkuat sistem kesehatan global.

"Jika negara Anda belum melakukannya, saya ingin mengundang Anda semua untuk menjadi bagian dari tujuan penting ini," tuturnya.

Nantinya, lanjut dia, negara-negara yang berkontribusi dalam FIF itu dapat menerima manfaat langsung untuk mendukung transformasi sektor kesehatan dalam negerinya.

Ia menambahkan dengan pendanaan yang memadai, langkah penting berikutnya adalah memfokuskan penggunaan dana ini dengan benar untuk meningkatkan pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi.

Selama pandemi COVID-19, lanjut dia, Indonesia telah dapat memobilisasi vaksin, terapeutik dan diagnostik melalui COVAX dan program akselerator akses peralatan COVID-19 (ACT-Accelerator).

"Namun, platform koordinasi yang lebih permanen diperlukan untuk ancaman kesehatan di masa depan," katanya.

Menurutnya, platform ini harus menangani lima elemen inti kesiapsiagaan pandemi global, yaitu tidak hanya akses penanggulangan tetapi juga koordinasi darurat, intelijen kolaboratif, perlindungan masyarakat, dan perawatan klinis kepada pasien yang membutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Menkes juga mengatakan perlunya untuk saling berbagi data patogen yang memiliki potensi pandemi.

"Dalam hal ini, kami sebagai negara-negara G20 harus bersatu untuk dapat menghasilkan analisis yang kuat, mencegah pandemi berikutnya, dan dengan cepat menghasilkan diagnosa, vaksin, dan terapeutik ketika krisis telah tiba," tuturnya.

Menurut Menkes, saat ini merupakan momen penting untuk membangun sistem kesehatan global yang lebih tangguh.

"Ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai pemimpin kesehatan dari ekonomi terbesar di dunia. Untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anak kita dan anak-anak dari anak-anak kita," katanya.
Baca juga: Jokowi sampaikan tiga hal untuk bangun arsitektur kesehatan global
Baca juga: Airlangga: Teknologi dan SDM tingkatkan ketahanan kesehatan global
Baca juga: Jubir: HWG ke-2 bahas upaya permudah akses kesehatan global

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel