Menkes Sebut Vaksinasi Covid-19 Bali dan Jakarta Capai 50 Persen, Setara Negara Maju

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, DKI Jakarta dan Bali merupakan dua provinsi dengan angka vaksinasi Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Bahkan, kata dia, angka capaian vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta dan Bali hampir sama dengan negara-negara maju.

Budi mengatakan, jumlah vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta sudah mencapai 50 persen dari total penduduk yang harus divaksin. Sementara di Bali, 70 persen warganya sudah menerima vaksinasi dosis pertama.

"Saya melihat ini satu prestasi yang comparable dengan banyak negara-negara bagian atau provinsi-provinsi atau kota besar even di negara maju di seluruh dunia untuk bisa lebih dari 70 persen atau 50 persen mendapatkan suntikan yang pertama," ujar Budi Gunadi dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (11/7/2021).

Hingga kini, kata dia, Indonesia telah berhasil menyuntikkan 50 juta dosis vaksin Covid-19. Total ada 38 juta masyarakat telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama per Sabtu, 10 Juli 2021.

Angka ini sekitar 20 persen dari target 181,5 juta penduduk Indonesia yang harus divaksin agar tercapai herd immunity atau kekebalan komunal. Budi menyampaikan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan jumlah vaksinasi Covid-19.

"Jadi di semester kedua ini akan ada lebih dari dari 290 juta dosis yang datang yang harus kita suntikkan dalam 6 bulan. Jadi laju penyuntikan akan lebih cepat," kata dia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Indonesia Kedatangan Vaksin Moderna

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers penanganan COVID-19 usai rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta, Senin (14/6/2021). (Humas Sekretariat Kabinet)
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers penanganan COVID-19 usai rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta, Senin (14/6/2021). (Humas Sekretariat Kabinet)

Budi juga berharap kedatangan 3.000.060 dosis vaksin Moderna dari Amerika Serikat dapat ikut mempercepat vaksinasi di Indonesia.

Nantinya, kata dia, vaksin Moderna akan digunakan untuk masyarakat umum namun akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan.

"Rencananya vaksin (Moderna) ini selain kami gunakan untuk suntikan pertama dan kedua bagi rakyat Indonesia, khusus akan kami gunakan untuk booster suntikan ketiga bagi para tenaga kesehatan di Indonesia," tutur Budi.

Sebagai informasi, Indonesia hingga kini telah mengamankan 122.735.260 dosis vaksin Covid-19 baik yang berupa curah maupun jadi. Rinciannya, 108.500.000 dosis Covid-19 Sinovac yang sebagian besar berbentuk vaksin curah.

Kemudian, 8.236.800 dosis vaksin AstraZeneca yang didapat dari jalur Covax facility. Sebanyak 2.000.000 dosis vaksin Sinopharm dalam bentuk jadi dimana 500.000 diantaranya adalah dukungan dari pemerintah UAE.

Selain itu, 998.400 dosis vaksin jadi AstraZeneca dari Jepang. Terkahir, 3.00.060 dosis vaksin Moderna produksi Amerika Serikat yang dikirim secara bertahap dari total komitmen 4,5 juta dosis.

Vaksinasi Nasional Berpacu dengan Serbuan Covid-19

Infografis Vaksinasi Nasional Berpacu dengan Serbuan Covid-19 (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Vaksinasi Nasional Berpacu dengan Serbuan Covid-19 (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel