Menkes Tak Mau Saling Menyalahkan di Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menolak menyalahkan siapapun dalam kasus maraknya gagal ginjal akut pada anak. Termasuk banyak pihak yang mempertanyakan kinerja BPOM dan Kemenkes.

Budi memilih fokus menyelamatkan anak-anak yang terjangkit penyakit ini.

"Kalau saya ngelihatnya, lebih penting menyelamatkan bayi-bayinya, dari kematian. Lebih baik tenaganya kita pakai untuk bisa menjaga bayi kita terjaga," kata Budi saat ditemui di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (29/10).

Termasuk, terkait dengan adanya potensi kelalaian dalam kasus ini. Budi menyerahkan sepenuhnya untuk penyelidikan kepada kepolisian yang tengah menyelidiki kasus yang telah memakan korban 157 anak meninggal.

"Kalau kita lihat ini sih, kita serahkan saja kepada teman-teman di bidang hukum," kata Budi.

"Tapi kalau saya, saya ngerasa yuk kita konsentrasinya beresin ini, supaya tidak lebih banyak lagi bayi-bayi kita yang meninggal. Nyawa lebih penting," tambah dia.

Sementara untuk update pasien saat ini, Budi menyebut jika kasus anak yang terpapar penyakit ginjal akut telah menurun hingga di bawah 100 orang.

"Sekarang sudah di bawah 100 ya, di bawah rumah sakit ada sekitar 80-an dari puncak sempat 200-an menurun jauh drastis," ujarnya.

Polri Periksa Perusahaan

Sebelumnya, Bareskrim Polri bakal memeriksa perusahaan lain diluar dua perusahaan farmasi yang sempat disebut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diduga tersangkut tindak pidana kasus gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada anak akibat obat sirop

"Masih ada (perusahaan lain), nanti kita informasikan. Berikan kesempatan kami untuk mengumpulkan semua sampel dari mayoritas pasien," kata Dirtipidter Bareskrim, Brigjen Pol Pipit Rismanto saat dihubungi, Jumat (28/10).

Namun demikian, Pipit menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih fokus untuk mengumpulkan sampel dan meminta klarifikasi dari para perusahaan selaku pihak produksi obat.

"Kita kan juga sedang menelusuri bahan baku yang digunakan. Nanti biar sejalan semuanya. Apakah dari produksinya apakah bahan bakunya atau melebihi ambang batas, itu semua harus pakai scientific gak bisa juga mempercepat kesimpulan," ujarnya.

Sejalan dengan proses pengumpulan sampel, penyidik juga tengah memeriksa sampel urin, darah yang akan diuji laboratorium di Puslabfor Polri untuk mengecek toxicology atau efek samping dari bahan kimia.

"Sedang masih dalam pengumpulan, belum semuanya. Masih dikumpulkan. Perlu menunggu, karena kan lab tidak bisa (cepat), harus fokus, pemeriksaan laboratoris nya harus fokus. Pokoknya nanti kita akan lakukan secara objektif dan transparan semua pasti akan kita buka di publik," terangnya.

Adapun diketahui jika pengusutan kasus gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada anak masih diselidiki oleh Polri bersama tim gabungan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). [rnd]