Menkes Targetkan 38 Juta Warga Disuntik Vaksin dalam 4 Bulan

Bayu Nugraha, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menargetkan, program vaksinasi tahap dua menjangkau sebanyak 38 juta jiwa sampai dengan periode Juni 2021.

“Tahap dua kan ada lansia 2,6 juta jiwa, tenaga publik 17,6 juta jiwa. Jadi ada 38 juta yang harus kita selesaikan dari 1 Maret sampai dengan 30 Juni. Selama empat bulan. Jadi ada 120 hari kita harus selesaikan,” katanya saat ditemui di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Depok, Jawa Barat pada Kamis 25 Maret 2021

Budi menuturkan, sebelumnya, rata-rata penerima vaksin per hari 480.000 jiwa, dan biasanya Kamis paling banyak.

Feeling saya hari ini bisa tembus 500.000 jiwa. kalau sehari 500.000 jiwa, sebulan 30 hari harusnya bisa kita selesaikan ya. Kan 15 juta-an ya. Hitung 22 hari lah Sabtu-Minggu enggak dihitung. Artinya kan 12-13 jutaan. Harusnya empat bulan selesai ya,” katanya.

Terkait hal itu, Budi pun menyambut baik langkah PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), yang telah turut membantu mensukseskan program vaksinasi nasional, salah satunya dengan konsep sentra vaksin drive thru. Layanan ini dibuka di RSUI, Depok.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, penyelenggaraan program ini merupakan wujud komitmen jajarannya selaku pelaku bisnis untuk mendukung pemerintah dalam mendorong percepatan pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat Indonesia.

“Kami bekerja sama dan bergotong royong menyukseskan program ini, agar pandemi COVID-19 bisa lebih cepat teratasi,” katanya

Pihaknya, kata Dian, sangat menyadari penyelesaian persoalan COVID-19 tidak bisa dilakukan sendirian, namun harus dilakukan secara bersama-sama sesuai dengan kompetensi masing-masing dengan semangat kolaboratif.

Semua proses implementasi program vaksinasi drive thru ini berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan dan institusi yang berwenang lainnya.

Sentra vaksinasi ini melayani warga lansia (minimal 60 tahun) dengan KTP Depok atau berdomisili di Depok, tenaga pengajar dari Universitas Indonesia (UI) dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang sudah terdaftar.

Baca juga: Ridwan Kamil: Warga Pelosok Jabar Bukan Prioritas Utama Vaksinasi