Menkes Ungkap Alasan Lansia Jadi Prioritas Ketiga Vaksinasi COVID-19

Bayu Nugraha, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan alasan pemerintah memilih kelompok masyarakat lanjut usia (60 tahun ke atas) menerima vaksin COVID-19. Setelah berbagai pertimbangan, kata Budi, kelompok lansia menerima vaksin setelah tenaga kesehatan dan petugas publik karena alasan waktu dan keampuhan vaksin.

"Karena memang kita membutuhkan waktu untuk memastikan bahwa vaksin yang bisa digunakan nanti bisa berlaku untuk usia di atas 60 tahun," kata Budi, Selasa 29 Desember 2020.

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara itu menjelaskan beberapa negara punya strategi ketika imunisasi COVID-19 dilakukan. Tahapannya, ada yang mengutamakan petugas publik terlebih dulu dan ada juga berdasarkan usia.

"Tapi yang seragam semua negara pasti tahapan pertamanya adalah tenaga kesehatan. Mengapa? Ini adalah garda terdepan, orang - orang yang paling penting di masa pandemi krisis COVID-19. Jadi apa yang kita lakukan pertama kali konsisten yang dilakukan di Inggris, Amerika, semua negara bahwa tenaga kesehatan merupakan prioritas pertama yang akan kita vaksin," kata Budi.

Selain itu, kata Menkes, hasil uji klinis tahap tiga untuk vaksin yang sudah tiba di Tanah Air menggunakan sampel usia 18-59 tahun. Kementerian Kesehatan juga terus berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan terkait kesiapan suntik vaksin, apakah imunisasi tahap awal ini cocok bagi segala umur atau dengan usia tertentu terlebih dulu.

"Karena vaksinnya kita yang akan datang nanti ada empat jenis, otomatis keragaman itu akan ada. Itu sebabnya juga karena sebagian vaksin kita mungkin (datang) sekitar semester kedua atau akhir kuartal II 2021. Itu sebabnya kenapa kalau kita lihat tahapannya lansia kita taruh agak belakang. Karena kita ingin memastikan bahwa semua data scientific mengenai pemberian vaksin ke grup lansia ini," lanjut Budi. (ren)

Baca juga: Ada Varian Baru Virus COVID-19, Menkes Teliti Pola Penyebarannya