Menkes Ungkap Hasil Uji Coba KRIS-JKN di Empat Rumah Sakit

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengumumkan hasil implementasi uji coba Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional (KRIS-JKN) di empat rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan. KRIS memiliki fokus untuk kesetaraan dan keadilan standar kelas perawatan bagi pasien rawat inap.

Uji coba ini diterapkan mulai 1 September 2022 kepada RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon, RSUP Surakarta (Kelas C), dan RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang (Kelas C).

"Sesuai rapat kerja sebelumnya kita sudah melakukan uji coba implementasi dari kelas rawat inap standar ini mengacu pada naskah akademik yang diterbitkan oleh DJSN di empat rumah sakit vertikal milik Kemenkes. Tujuannya adalah meningkatkan layanan minimal, khususnya untuk pasien-pasien di kelas yang terendah," katanya dalam Raker Komisi IX DPR dengan Menkes, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11).

Budi mengaku, hasil observasi menunjukkan penurunan jumlah tempat tidur, namun tak mengganggu pelayanan rumah sakit yang ada secara signifikan. Menurutnya, kekurangan-kekurangan yang ditemukan akan menjadi dorongan agar uji coba KRIS berikutnya dapat memenuhi standar KRIS.

“Ada beberapa kekurangan dari beberapa fasilitas yang segera kami sesuaikan untuk memenuhi standar dari KRIS ini, dan ini baik karena demikian standar dari layanan seluruh rumah sakit nanti akan menuju ke standar tertentu yang merupakan standar minimal layanan bagi semua pasien BPJS kedepannya,” ujarnya.

“Kita juga melihat dengan adanya penerapan kriteria KRIS ini, kita mengetahui ada beberapa infrastruktur atau fasilitas yang harus kita penuhi,” lanjut Budi.

Dalam hal ini, dia menerangkan, keberagaman dari empat rumah sakit uji coba KRIS telah diseragamkan dalam upaya memenuhi standar pelayanan minimal bagi pasien JKN.

“Dari implementasi ini, kesiapan rumah sakit masih beragam. Tapi dengan adanya implementasi dari KRIS, keberagaman itu sudah kita seragamkan sehingga bisa memenuhi standar layanan minimal tertentu bagi masyarakat kita,” tutupnya.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar

[fik]