Menkes Ungkap Pemerintah Siapkan Dua Skema Vaksinasi COVID-19

Daurina Lestari, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto hari ini menggelar rapat kerja bersama dengan Komisi IX DPR RI. Dalam kesempatan tersebut, Terawan menjelaskan upaya vaksinasi COVID-19 yang disiapkan pemerintah.

Terawan mengungkapkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 ditargetkan 67 persen dari 160 juta penduduk berusia 18-59 tahun, setelah mempertimbangkan ketersediaan vaksin dan peruntukannya sampai saat ini. Vaksin COVID-19 diperuntukkan bagi usia 18 tahun sampai 59 tahun dan sehat, tanpa komorbid, ibu hamil dan yang sudah terkena infeksi COVID-19 sesuai rekomendasi.

“Jumlah sasaran sudah mengakomodasi rekomendasi WHO yang melakukan secara bertahap," kata Terawan dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa 17 November 2020.

Baca juga: Pemerintah Beri Bantuan Subsidi Upah Guru dan Dosen Non-PNS

Dalam prosesnya, ada dua skema vaksinasi, yaitu vaksin program untuk masyarakat kurang mampu. dan skema vaksin mandiri bagi yang mampu secara ekonomi. Pertama, melalui vaksin program yang sasarannya 32.158.276 orang yang membutuhkan 73.960.000 dosis, berdasarkan indicated rate global, indicated wasted rate-nya sebesar 15 persen.

Kedua, vaksin mandiri dengan sasaran 75 juta orang, yang membutuhkan 172 juta dosis. Membutuhkan 2 dosis per orang melalui vaksin mandiri maupun vaksin program. Jumlah tersebut ditambah waste rate-nya (tingkat kerusakan) 15 persen

"Dalam waste rate, termasuk vaksin sisa, rusak, hilang, ini bisa dimanfaatkan sebagai buffer stop apabila terjadi kebutuhan kurang atau darurat dan relokasi antar-daerah," ujar Terawan.

Terkait tahap pelaksanaan imunisasi COVID-19 akan menggunakan sistem sarana distribusi yang sama dengan pelayanan imunisasi yang sudah berjalan. ADS dan safety box akan dilakukan pengadaan oleh pusat, lalu vaksin akan didistribusikan ke gudang vaksin tingkat provinsi, dilanjutkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota dan diteruskan ke puskesmas sesuai ketersediaan vaksin dan kapasitas sarana jaringan di tingkat lainnya.

"Meningkatkan jejaring puskesmas, pelayanan melakukan kerja sama dengan pelayanan kesehatan lainnya di wilayah kerjanya. RS pemerintah, RS swasta dan sebagainya," ujarnya.

Terawan juga menjelaskan terkait tenaga vaksinator. Jumlah tenaga vaksinator yang ada saat ini sudah dilatih melalui TOT atau training for trainer.

Ada sebanyak 25.145 tenaga kesehatan (nakes) dari puskesmas, dengan rasio 1:20. Dan, perluasan jejaring dan penambahan sesi pelayanan dapat ditingkatkan rasionya menjadi 1:40. (ren)