Menkes Ungkapkan 4 Hal untuk Cegah Lonjakan COVID-19 pada Libur Natal Tahun Baru

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2022, banyak hal yang harus diperhatikan untuk menghindari lonjakan Covid-19 yang mungkin terjadi. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk mencegah lonjakan COVID-19. Apalagi belajar dari tahun lalu, setelah libur panjang, lonjakan kasus COVID-19 terjadi.

Dikutip dari Liputan6.com, "Sebentar lagi, kita akan menyambut libur Natal dan Tahun Baru. Mengingat pengalaman yang lalu, kita belajar bahwa lonjakan kasus COVID-19 terjadi setelah libur panjang, ketika mobilitas meningkat dan banyak orang berkumpul bersama," pesan Budi Gunadi saat sambutan Festival Kesehatan Astra 2021 pada Selasa, 16 November 2021.

"Karena itu, saya mengingatkan kepada kita semua, pertama, agar tetap disiplin memakai masker. Kedua, segeralah divaksin jika belum divaksin. Ketiga, gunakan aplikasi PeduliLindungi ketika berada di ruang publik. Keempat, tetap jaga jarak."

TERKAIT: Luhut Akan Kaji Tes PCR untuk Syarat Perjalanan Jelang Libur Akhir Tahun

TERKAIT: Perjalanan Darat Tidak Jadi Wajib Tes PCR, Cukup Antigen

TERKAIT: Dari 5 Hari, Kini Karantina Perjalanan dari Luar Negeri Jadi 3 Hari

Lakukan sejumlah perbaikan

Libur tahun baru
Libur tahun baru

Untuk upaya penanganan pandemi COVID-19, lanjut Budi Gunadi Sadikin, Indonesia terus melakukan perbaikan agar pandemi menjadi terkendali. Strategi penanganan pandemi yang dilakukan oleh Pemerintah difokuskan kepada empat strategi.

"Satu, strategi deteksi dengan meningkatkan tes epidemiologi dan skrining, meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak dan meningkatkan surveilans genomic. Kedua, strategi terapeutik, yaitu dengan menyediakan tempat tidur 30-40 persen dari total kapasitas rumah sakit dan mengerahkan tenaga cadangan," lanjutnya.

"Strategi ketiga, percepatan vaksinasi pada seluruh masyarakat sasaran. Strategi keempat, perubahan perilaku dengan implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel dan pemanfaatan teknologi digital dalam implementasi protokol kesehatan."

Penyesuaian aturan

Turun harga, tarif tertinggi tes PCR kini jadi Rp 495 ribu dan Rapid Antigen Rp 99 ribu di Jawa-Bali. (unsplash/mufidmajnun).
Turun harga, tarif tertinggi tes PCR kini jadi Rp 495 ribu dan Rapid Antigen Rp 99 ribu di Jawa-Bali. (unsplash/mufidmajnun).

Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan pemerintah akan mengkaji kembali aturan penggunaan tes PCR Covid-19 untuk syarat perjalanan. Hal ini guna menekan pergerakan masyarakat jelang libur Natal dan Tahun Baru.

Evaluasi ini sedang jadi fokus utama, untuk menahan mobilitas penduduk jelang akhir tahun. "Ini perlu kita perhatikan kita sedang evaluasi, apakah nanti penahanan mobilitas penduduk ini akan kita terapkan kembali pelaksanaan dari PCR sedang kami kaji," jelas Luhut dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (8/11/2021).

Hal ini juga berkaitan dengan Covid-19 varian Delta Plus AY.4.2 yang sudah terdeteksi masuk ke Malaysia sehingga pemerintah harus waspada akan masuknya ke Indonesia.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel