Menkes Usul Pasien Covid-19 Peroleh BLT

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengusulkan kepada Kementerian Keuangan agar memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang terpapar positif Covid-19. Hal itu dilakukan, mengingat banyak masyarakat yang terinveksi positif corona tidak mengaku, dengan alasan takut tidak bisa bekerja.

"Jadi saya nanti akan bicara dengan ibu Sri Mulyani kalau bisa orang yang teridentifikasi positif itu yang dikasih prioritas BLT baik dia maupun dan keluarganya," kata Menkes dalam rapat kerja bersama dengan Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Pemberian BLT itu nantinya tetap memprioritaskan kepada pasien Covid-19 yang memang masuk katagori kurang mampu. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan mereka takut tidak bisa bekerja.

"Sehingga orang tidak takut kalau dia ternyata positif dia terisolasi yang nggak apa-apa karena dia tahu bahwa keluarganya tetap akan bisa dapat makan," jelas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan bantuan tunai se-Indonesia tahun 2021. Bantuan ini dalam rangka membantu masyarakat mengatasi dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.

"Tahun 2021 ini penyaluran bansos akan terus kita lanjutkan dan dalam APBN 2021 telah kita siapkan anggaran ini anggarannya sebesar Rp110 triliun untuk seluruh penerima dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, dalam rangka membantu masyarakat mengatasi dampak pandemi Covid-19 bantuan ini kita mulai hari ini disalurkan kepada 34 provinsi," katanya di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1).

Hari ini di awal 2021 saya meluncurkan langsung bantuan tunai se-Indonesia pada masyarakat penerima sekali lagi untuk program keluarga harapan, program sembako dan bantuan sosial tunai," sambungnya.

Selanjutnya

Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah pusat menyalurkan paket bansos selama tiga bulan untuk mencegah warga mudik dan meningkatkan daya beli selama masa pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah pusat menyalurkan paket bansos selama tiga bulan untuk mencegah warga mudik dan meningkatkan daya beli selama masa pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Jokowi menambahkan, bantuan tunai 2021 ini akan diberikan kepada masyarakat dalam beberapa tahapan. Pertama, Program Keluarga Harapan diberikan empat tahap pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober melalui bank yang tergabung dalam Himbara.

Kemudian, Program Sembako disalurkan dari bulan Januari sampai Desember 2021. Nilainya sebesar 200 ribu perbulan per Kartu Keluarga (KK).

"Kemudian bantuan sosial tunai diberikan selama 4 bulan Januari, Februari, Maret April dan nilainya 300 ribu per bulan per KK, ini sudah jelas semuanya," ucapnya.

Kepala negara berharap bantuan ini dapat meringankan keluarga-keluarga yang terdampak covid. Serta, bisa menjadi pemicu untuk menggerakkan ekonomi nasional.

"Mengungkit ekonomi nasional kita memperkuat daya beli masyarakat sehingga kita harap pertumbuhan ekonomi nasional meningkat dan lebih baik," pungkas Jokowi.

Dwi Aditya Putra

Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: