Menkes Vietnam dan Jenderal Militer Ditangkap karena Mark-Up Harga Tes Covid-19

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Kesehatan Vietnam dan Wali Kota Hanoi ditangkap karena kasus mark-up harga tes Covid-19. Demikian dilaporkan media pemerintah yang dilansir laman South China Morning Post, Kamis (9/6).

Sejumlah pejabat tinggi harus menjalani penyelidikan terkait kasus ini.

Harian Tuoi Tre melaporkan, Nguyen Thanh Long dipecat dari jabatan menteri kesehatan dan Chu Ngoc Anh yang sebelumnya menjabat menteri sains juga dipecat dari jabatannya sebagai wali kota Hanoi. Menteri Keamanan Masyarakat mengatakan kedua pejabat itu diselidiki karena penyalahgunaan kekuasaan. Keduanya juga sudah dipecat dari Partai Komunis.

Penyelidikan menyimpulkan terjadi kesalahan manajemen di kementerian kesehatan dan kementerian sains sehingga membiarkan Viet A Technology Corporation menaikkan harga tes Covid yang dipasok ke rumah sakit dan klinik-klinik di Vietnam.

Hampir 60 pejabat termasuk pejabat kementerian, pejabat kesehatan masyarakat dan jenderal militer ditangkap atau diselidiki atas keterlibatan mark-up harga tes Covid, kata kementerian Keamanan Masyarakat.

Wakil Menteri Sains Pham Cong Tac juga ditangkap dua hari lalu karena diduga melanggar peraturan dalam manajemen aset negara.

Viet A mendapat dana USD 172 juta (Rp 2,5 triliun) untuk memasok alat tes di 62 daerah. Direktur jenderal perusahaan itu ditangkap Desember lalu karena diduga menaikkan harga tes kit hingga USD 20 atau 45 persen dari harga awal sehingga meraup USD 21,5 juta (Rp 312 miliar).

Tuoi Tre juga melaporkan Wakil Menteri Kesehatan Nguyen Truong Son mengundurkan diri karena stress, mengutip sumber dari dalam kementerian. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel