Menkeu: BBM Naik, Rupiah Tetap Akan Tertekan

  • Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Tempo
    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tak bisa berbuat banyak jika PT Freeport Indonesia tetap menolak menyetor dividen. Alasannya, suara pemerintah dalam rapat umum pemegang saham sangat kecil dibandingkan pemegang saham lainnya. (Baca: Freeport dan PLN Belum Setor Dividen) …

  • Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Tempo
    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun memiliki pasokan bahan baku kertas yang besar, Indonesia masih kalah dari Singapura dalam hal ekspor produk cetakan. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jimmy Junianto mengatakan saat ini nilai ekspor barang cetakan Indonesia baru mencapai US$ 226 juta, hanya seperenam dari nilai ekspor produk cetakan Singapura yang sebesar US$ 1,5 miliar. …

  • Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Merdeka.com
    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    MERDEKA.COM. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan data terbaru mengenai utang luar negeri Indonesia. Per Februari 2014, utang luar negeri Indonesia tembus USD 272,1 miliar atau setara dengan Rp 3107,4 triliun. utang ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah dan bank sentral sebesar USD 129 miliar serta utang luar negeri swasta sebesar USD 143 miliar. ... …

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri mengatakan nilai tukar Rupiah dan Indeks akan tetap tertekan meskipun pemerintah sudah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. "Saya kira akan tetap ada pressure meskipun harga BBM naik," kata Chatib di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat, 21 Juni 2013.

Chatib mengatakan, hal tersebut disebabkan oleh kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) yang belakangan mengumumkan rencana pemberhentian kebijakan quantitative easing. "Fenomena ini akan terjadi kedepan," katanya.

Namun dengan adanya kenaikkan harga BBM tersebut, Chatib mengatakan kondisi ekonomi nasional akan lebih membaik dengan penyehatan fiksal dalam negeri. Penyehatan tersebut dengan pengurangan defisit anggaran menjadi 2,38 persen setelah disetujuinya APBN Perubahan 2013 oleh Dewan Perwakilan Rakyat. "Persoalan sekarang adalah bagaimana untuk menghindari dan dampak dari gejolak global," katanya.

Sebelumnya, Gubernur The Fed, Ben Bernanke, mengatakan pihaknya akan berangsur-angsur mengurangi pembelian obligasi mulai tahun ini. Jika perekonomian Amerika Serikat terus membaik, kebijakan quantitative easing akan benar-benar berakhir tengah tahun depan. Kebijakan tersebut berdampak melemahnya nilai tukar dan Indeks yang terus jatuh.

Kenaikkan BBM diharapkan akan menjadi solusi penyehatan fiskal agar fundamental ekonomi domestik kuat. Pemerintah pun secara resmi telah mengumumkan kenaikkan harga BBM untuk Premium menjadi Rp6.500 per liter dan untuk Solar Rp5.500 per liter yang berlaku mulai 22 Juni 2013 di seluruh Nusantara.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...