Menkeu optimistis ekonomi RI tumbuh di zona positif

Faisal Yunianto

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan tumbuh di zona positif meski melambat di tengah pandemi COVID-19.

“Tiga negara yang masih akan bertahan atau berada di teritori positif adalah Indonesia, Tiongkok dan India,” katanya ketika rapat kerja bersama BI, OJK dan LPS dengan Komisi XI DPR RI secara virtual di Jakarta, Senin.

Menurut Menkeu, pertumbuhan itu sesuai dengan proyeksi lembaga keuangan internasional seperti Bank Pembangunan Asia (ADB) pada April 2020 yang menyebut pertumbuhan ekonomi RI tahun ini mencapai 2,5 persen.

Sedangkan Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI berkisar negatif 3,5 persen hingga 2,1 persen.

Sementara itu, lembaga pemeringkat Moody’s memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI tahun ini mencapai tiga persen dan akan kembali naik pada tahun 2021 sebesar 4,3 persen.

Dengan proyeksi itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan beberapa negara besar di kawasan.

China, lanjut dia, berdasarkan proyeksi Bank Dunia tahun ini diperkirakan akan tumbuh melambat namun masih di zona positif kisaran 0,1 hingga 2,3 persen dan proyeksi ADB mencapai 2,3 persen. Sedangkan India, oleh ADB diproyeksi tumbuh 4,0 persen

Secara global, Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia negatif di tengah COVID-19. JP Morgan memprediksi negatif 1,1 persen dan proyeksi pertumbuhan dari The Economist Intelligence Unit negatif 2,2 persen.

Sebelumnya, pemerintah membuat skenario pertumbuhan ekonomi RI tahun ini diperkirakan mencapai 2,3 persen.

Pemerintah telah menggelontorkan stimulus pertama di antaranya terkait pariwisata dan stimulus kedua untuk menjaga daya beli masyarakat dan kemudahan ekspor impor.

Sedangkan stimulus ketiga, pemerintah menambah belanja dan pembiayaan untuk penanganan COVID-19 mencapai Rp405,1 triliun.

Baca juga: Menkeu serahkan RUU Perppu Stabilitas Keuangan ke DPR
Baca juga: Menkeu: Penerimaan negara berpotensi turun 10 persen akibat COVID-19
Baca juga: Menkeu: Pembuat kebijakan di seluruh negara berupaya lawan resesi