Menkeu: Penguatan produktivitas dorong komponen utama ekonomi tumbuh

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan penguatan produktivitas melalui akselerasi transformasi ekonomi akan mendorong kinerja komponen utama ekonomi tetap tumbuh pada 2023.

“Transformasi ekonomi kita tentu akan dorong agar sumber pertumbuhan ekonomi kita bisa dijaga seimbang,” katanya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa.

Penguatan produktivitas ini dilakukan antara lain melalui normalisasi aktivitas masyarakat pada periode endemi dan penguatan lapangan kerja yang berkualitas.

Kemudian, peningkatan daya tarik investasi termasuk untuk mendukung hilirisasi manufaktur, ekonomi digital dan ekonomi hijau serta mengembalikan peran sektor manufaktur sebagai sumber pertumbuhan.

Upaya tersebut dinilai akan mendorong pertumbuhan komponen utama ekonomi Indonesia pada tahun depan seperti konsumsi rumah tangga yang diprediksi mencapai 4,8-5,4 persen.

Untuk konsumsi pemerintah diperkirakan tumbuh 0,6-1,2 persen, investasi (PMTB) 6,1-6,7 persen, ekspor 6,8-8 persen, impor dan 6,6-7,8 persen.

Sementara dari sisi produksi seperti manufaktur diperkirakan tumbuh 5,4-6 persen, perdagangan 5,9-5,6 persen dan konstruksi 6,3-6,9 persen.

Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, pertumbuhan ekspor tahun depan akan didorong oleh pemulihan permintaan global dan optimisme pemilihan ekonomi.

Untuk kinerja industri manufaktur akan didorong oleh pemulihan industri makanan dan minuman seiring pemulihan mobilitas dan daya beli masyarakat terutama produk makanan, minuman, tekstil dan pakaian jadi.

Untuk sektor konstruksi akan tumbuh didukung oleh pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) dan berlanjutnya infrastruktur prioritas lain.

Terakhir, untuk sektor perdagangan akan tumbuh dengan didorong oleh semakin pulihnya aktivitas ekonomi dan daya belu masyarakat serta menguatnya peran UMKM.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel