Menkeu: Program sektor keuangan pemerintah perkuat kesetaraan gender

·Bacaan 1 menit

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan program pemerintah di sektor keuangan didesain untuk memperkuat kesetaraan gender.

Ia mencontohkan program bantuan sosial yang menggunakan layanan jasa keuangan seperti Program Keluarga Harapan dimana peranan perempuan sangat dominan.

"Sekarang ini juga sudah ada peluncuran strategi nasional keuangan inklusif (SNKI) perempuan, serta perempuan pemilik usaha ultra mikro diberi perhatian khusus untuk menerima kredit usaha rakyat (KUR)," katanya dalam webinar "Peran Perempuan Indonesia di Sektor Perbankan" yang dipantau di Jakarta, Kamis

Ia menambahkan pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender dengan menjadikan pengarusutamaan kesetaraan gender agenda yang penting dalam Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui penguatan kebijakan dan kelembagaan

Dari sisi perencanaan dan penganggaran, pemerintah juga semakin responsif terhadap isu gender

Kemudian pemerintah juga terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman individu, keluarga, dan masyarakat, termasuk media massa serta dunia usaha terkait peningkatan kesetaraan gender yang akan bermanfaat bagi semua pihak.

"Pemerintah juga melakukan peningkatan peranan dan partisipasi perempuan di berbagai bidang dan menciptakan jejaring koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga masyarakat, pelaku usaha, dan media massa untuk mendukung hal ini," kata Menkeu.

Baca juga: Menkeu: Kesetaraan gender dapat tingkatkan kesejahteraan masyarakat

Baca juga: Menkeu sebut lembaga keuangan perlu buat produk khusus untuk perempuan

Baca juga: Hari Kartini, Menkeu : Stigma keterbatasan perempuan hanya artifisial

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel