Menkeu AS puji kepemimpinan Sri Mulyani di Finance Track G20

Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat Janet Yellen memuji kepemimpinan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati pada beberapa pertemuan Finance Track G20, termasuk pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral (FMCBG).

Yellen, yang langsung memberi keterangan pers setibanya di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis, menyebut hasil dari kepemimpinan dan kerja sama itu, di antaranya Bank Dunia belum lama ini menyetujui pembiayaan baru untuk program kesiapsiagaan dan pencegahan pandemi.

“Pencapaian ini merupakan sesuatu yang Menteri (Sri) Mulyani dan saya perjuangkan, bersama dengan isu-isu lainnya. Saya pun dengan bangga mengumumkan Amerika Serikat akan menyediakan 450 juta dolar AS untuk mendukung mekanisme pembiayaan yang penting itu,” kata Yellen saat memberikan pernyataan di depan para jurnalis asing, yang kemungkinan merupakan rombongan Menkeu AS selama menghadiri pertemuan ke-3 FMCBG di Bali pada 15–16 Juli 2022.

Baca juga: G20 RI dorong pendekatan "concrete deliverables" agar hidup lebih baik

Berkat pencapaian itu, Yellen menilai beberapa pertemuan G20 yang pada tahun ini dipimpin oleh Indonesia mulai menunjukkan hasil.

Oleh karena itu, ia pun berterima kasih kepada Sri Mulyani, yang mewakili Pemerintah Indonesia pada sejumlah pertemuan Finance Track G20.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Menteri Keuangan (Indonesia) Sri Mulyani, karena berkat kepemimpinan dan kerja samanya mampu mempercepat berbagai pembahasan atas isu-isu yang mendesak di forum G20,” kata Yellen.

Dalam sesi jumpa pers itu, ia masih menyoroti dampak pandemi COVID-19 yang tidak hanya menyebabkan kematian, tetapi juga menjadi salah satu sebab krisis perekonomian dunia.

Oleh karena itu, kolaborasi yang kuat antarnegara G20 pada sektor kesehatan dan keuangan merupakan salah satu cara memperbaiki respon global terhadap situasi serupa di masa depan.

Dalam pertemuan ke-3 FMCBG di BNDCC, yang bakal dimulai Jumat (15/7), para menteri keuangan bakal membahas setidaknya tujuh agenda prioritas, yang salah satunya terkait isu kesehatan dunia (global health).

Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Kementerian Keuangan Dian Lestari pada sesi jumpa pers terpisah di BNDCC minggu ini menyampaikan isu kesehatan merupakan salah satu agenda prioritas yang diusung oleh Indonesia pada pertemuan ke-3 FMCBG.

“Tidak mungkin (negara-negara G20) dapat mengatasi tantangan ekonomi sebagaimana yang diharapkan jika tidak mengatasi isu pandemi. Isu kesehatan sangat sentral selama kita masih dibayang-bayangi, atau masih terekspos (pandemi), ekonomi kita akan kesulitan mencapai pemulihan,” kata Dian.

Baca juga: Menkeu : Sistem pajak global harus tampung suara negara berkembang

Dalam kesempatan yang sama, pejabat Kementerian Keuangan itu juga menyampaikan Indonesia yang memimpin forum G20 pada tahun ini juga berupaya menghasilkan inisiatif konkret berupa Dana Perantara Keuangan (financial intermediary fund), yang dapat dimanfaatkan negara-negara untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan risiko pandemi di masa mendatang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel