Menkeu: Realisasi subsidi 2021 lewati target capai Rp243,1 triliun

·Bacaan 1 menit

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menuturkan realisasi sementara belanja subsidi 2021 mencapai Rp243,1 triliun atau 138,6 persen dari target APBN, yang dimanfaatkan untuk melindungi masyarakat miskin dan mendukung UMKM melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Realisasi tersebut meliputi subsidi energi yang mencapai Rp142 triliun dan subsidi nonenergi sebesar Rp102,7 triliun.

"Subsidi energi selama dua tahun berturut yaitu 2019 dan 2020 terkontraksi, namun sekarang berhasil tumbuh 30,5 persen," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Realisasi APBN 2021 di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan subsidi energi diberikan dalam bentuk subsidi BBM yang mencapai 16 juta kiloliter, subsidi LPG tiga kilogram mencapai 7,12 juta metrik ton sejalan dengan kenaikan contract price (CP) Aramco, dan subsidi listrik.

Adapun manfaat subsidi listrik yang diberikan kepada masyarakat antara lain tarif listrik yang terjangkau bagi rumah tangga 450 voltampere (VA) dan 900 VA sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yakni 32,5 juta pelanggan.

Kemudian, diskon tarif listrik bagi rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA sebanyak 30,8 juta pelanggan, serta diskon tarif listrik bagi pelaku bisnis dan industri daya 450 VA kepada 430 ribu pelanggan.

Sementara untuk subsidi nonenergi, Sri Mulyani mengatakan bantuan diberikan dalam bentuk subsidi pupuk untuk memenuhi ketersediaan volume pupuk yang mencapai 7,9 juta ton dan memperhitungkan penyelesaian tambahan anggaran untuk kurang bayar, serta subsidi bantuan uang muka perumahan untuk 176,1 ribu unit rumah.

"Subsidi pupuk ini kami berikan kepada petani," ungkapnya.

Lalu, ia melanjutkan, subsidi nonenergi juga diberikan melalui subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) kepada 12,8 juta debitur dan realisasi penyaluran KUR sebesar Rp284,9 triliun.

Baca juga: Menkeu: Realisasi subsidi energi hingga November naik 15,7 persen
Baca juga: Wamenkeu : APBN bantu sediakan perumahan rakyat lewat subsidi
Baca juga: Menaker: Bantuan subsidi upah 2021 tidak dianggarkan dalam APBN

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel