Menkeu sebut sebanyak 121 ribu wajib pajak mengikuti PPS

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sebanyak 121 ribu wajib pajak telah mengikuti Program Pengungkapan Sukarela (PPS) sampai 23 Juni 2022.

“Jumlah Pajak Penghasilan yang terkumpul sudah mencapai Rp28,02 triliun. Nilai harta bersih yang dideklarasikan mencapai Rp278,45 triliun,” kata Menkeu dalam konferensi pers daring APBN KiTa periode Juni 2022 di Jakarta, Kamis.

Harta yang dideklarasikan tersebut terdiri dari Rp243,02 triliun deklarasi dalam negeri dan repatriasi, Rp23,31 triliun harta di luar negeri, dan Rp12,52 triliun investasi.

Adapun sebanyak 10 wajib pajak melaporkan total harta di Surat Pemberitahuan (SPT) mencapai lebih dari Rp10 triliun, sebanyak 262 wajib pajak melaporkan total harta di SPT capai Rp1 triliun sampai Rp10 triliun, dan sebanyak 4.465 wajib pajak atau 3,71 persen dari total WP yang mengikuti PPS melaporkan harta di SPT senilai Rp10 miliar sampai Rp100 miliar.

Sementara itu, wajib pajak yang melaporkan harta di SPT senilai Rp1 miliar sampai Rp10 miliar mencapai 52,20 ribu dan wajib pajak yang melaporkan harta di SPT sebesar 100 juta sampai Rp1 miliar mencapai 14,38 ribu.

“Terdapat 2,92 ribu wajib pajak yang melaporkan harta di SPT sekitar Rp10 juta sampai Rp100 juta dan 12,18 ribu wajib pajak dengan harta di SPT sampai dengan Rp10 juta,” ucapnya.

Menkeu merinci sebanyak 45,0 persen dari peserta PPS adalah pegawai, 34,1 persen adalah perdagangan besar dan eceran, dan 8,8 persen jasa perorangan lainnya.

“Sebanyak 3,3 persen peserta PPS bergerak di industri pengolahan, 1,8 persen di jasa profesional, dan 7,0 persen di sektor lain,” ucapnya.


Baca juga: DJP: Peserta program pengungkapan sukarela naik tajam jelang penutupan
Baca juga: DJP kirim 18 juta surel ke wajib pajak untuk ikuti PPS
Baca juga: Pajak dari Program Pengungkapan Sukarela terkumpul Rp12,56 triliun

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel