Menkeu AS Sebut Subsidi Langsung Lebih Efektif Tangani Krisis Pangan

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menyebut pemberian subsidi tidak menjadi jalan efektif dalam upaya mengatasi krisis pangan. Menurutnya, lebih baik adanya subsidi secara tertutup kepada kelompok yang dianggap pantas untuk mendapatkan bantuan tersebut.

"Pendekatan pemerintah bisa dengan respons fiskal kepada mereka yang paling membutuhkan, memanfaatkan alat digital jika memungkinkan untuk secara hati-hati menargetkan dukungan untuk rumah tangga yang rentan. Alih-alih memberikan subsidi menyeluruh yang regresif dan mahal," kata Yellen dalam High-Level Seminar, Nusa Dua, Bali, Jumat (15/7).

Diketahui, pemberian subsidi terhadap barang atau subsidi terbuka di Indonesia juga kerap mendapat perhatian dari berbagai pihak. Alasannya, arah bantuan yang diberikan melalui subsidi terbuka disebut kurang tepat menyasar kelompok yang memerlukan.

Janet Yellen menyebut, perang antara Rusia-Ukraina memperburuk kondisi pangan di seluruh dunia. Sehingga berbagai negara dihadapkan dengan krisis pangan akibat harga-harga yang melonjak beberapa waktu belakangan.

"Ada yang paling terkena dampak langsung, yakni rumah tangga miskin di negara-negara berpendapatan rendah. Keluarga telah menghabiskan bagian yang tidak proporsional dari pendapatan mereka untuk makanan, dan telah memaksa untuk membuat pilihan yang tegas," terangnya.

Selain itu, negara perlu memanfaatkan ketahanan pangan dan arsitektur pertanian yang dimiliki secara maksimal. Kemudian, melalui bank pembangunan multilateral melalui tujuan pangan berbasis peran, lembaga, termasuk pakan hidup, Program Pertanian dan Ketahanan Pangan Global atau IMF dan WTO.

"Kita semua memiliki peran untuk dimainkan misalnya, saya bertemu dengan beberapa kepala lembaga keuangan internasional mengenai masalah penting ini, dan mereka menanggapi pada bulan Mei dengan rencana aksi untuk mengatasi kerawanan pangan," katanya.

"Kita harus terus mendorong lembaga-lembaga ini untuk meningkatkan dan mencari tanggapan mereka terhadap krisis dengan segera dan untuk mengimplementasikan komitmen yang digariskan dalam rencana aksi," tambahnya.

Selanjutnya, negara-negara G20 perlu memberikan dukungan keuangan ke negara-negara yang membutuhkan. Di a menyontohkan, As telah menyalurkan dana sebesar USD 2,76 miliar untuk mengatasi pangan dan keamanan.

"Kami juta menyediakan USD500 miliar kerangka ketahanan dan mata pencaharian untuk mendukung ketahanan pangan dan energi dan USD155 juta untuk lainnya," ujarnya.

"Kami juga akan berkontribusi pada fasilitas produksi makanan darurat Bank Pembangunan Afrika di Afrika. Dan saya katakan ini adalah respon krisis dan mereka harus memiliki lebih banyak pekerjaan yang tersisa untuk menghilangkan kemiskinan, di luar menanggapi krisis saat ini," tandasnya.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel