Menko Airlangga: 19,2 Persen Anggaran PEN 2021 Sudah Terealisasi

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan strategi utama pemerintah dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi, melalui program pemulihan ekonomi nasional.

Dia mengatakan, upaya ini akan melanjutkan program serupa yang telah dijalankan oleh pemerintah tahun lalu, di mana pada tahun 2021 ini anggarannya mencapai sebesar Rp699,43 triliun.

"Yang sampai dengan 16 April 2021 telah terealisasi sebesar Rp134,07 triliun atau 19,2 persen dari pagu," kata Airlangga dalam telekonferensi di acara 'Percepatan Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Indonesia di Masa Pandemi', Rabu 28 April 2021.

Baca juga: Bandara Ahmad Yani dan Adi Soemarmo Mulai Layani Tes GeNose C-19

Airlangga menambahkan, program vaksinasi COVID-19 pun sudah termasuk di dalamnya, sebagai salah satu program prioritas yang akan terus digenjot oleh pemerintah di tahun 2021 ini.

Hingga akhir tahun nanti, secara keseluruhan program pemulihan ekonomi nasional akan terus diupayakan oleh pemerintah untuk menjaga aktivitas ekonomi keseharian masyarakat, menjaga daya beli masyarakat, menjaga keberlangsungan usaha, dan mendorong penciptaan lapangan kerja.

Di dalam pengembangan ekonomi digital, pemerintah juga telah membangun strategi nasional ekonomi digital yang akan memanfaatkan empat pilar pondasi ekonomi untuk mewujudkan ekonomi digital yang terdepan, mendorong inklusivitas, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pemerintah juga akan memberikan dukungan dalam pembangunan infrastruktur digital, untuk menciptakan iklim inovasi yang baik. Undang-undang Cipta Kerja juga akan mengakomodasi upaya pengembangan ekonomi digital tersebut. Antara lain melalui pengaturan tentang perluasan pembangunan infrastruktur broadband, tarif batas atas atau bawah untuk melindungi kepentingan masyarakat, dan persaingan usaha yang sehat.

Tentunya, lanjut Airlangga, persaingan usaha yang sehat ini akan meningkatkan peran KPPU, agar lebih aktif memonitor perkembangan ekonomi digital di Indonesia khususnya bagi segmen e-commerce. "Serta kerja sama penggunaan spektrum frekuensi radio untuk penerapan teknologi baru atau teknologi 5G," ujar Airlangga.

Kemudian, pemerintah juga berupaya mendorong pelaku UMKM untuk on-boarding ke platform digital, melalui program Bangga Buatan Indonesia. Di mana, hingga tahun 2020 sudah terdapat 11,7 juta UMKM on-boarding, dan diharapkan pada tahun 2030 mendatang jumlah UMKM yang on-boarding atau go digital akan mampu menembus 30 juta UMKM.

"Di samping itu pemerintah juga mendorong perluasan ekspor produk Indonesia melalui kegiatan ASEAN Online Sale Day, seperti yang dilakukan tahun lalu. Dan khusus menjelang Ramadan ini, pemerintah juga telah melakukan hari belanja Ramadhan secara online, sebagai bagian dari promosi program Bangga Buatan Indonesia," ujarnya.