Menko Airlangga Ajak Masyarakat Berbelanja di Warung Tetangga agar Ekonomi Terbangun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi salah satu kelompok pemberdayaan masyarakat yakni UMKM usAHAdi Kota Surakarta.

Kunjungan dalam rangka memantau Program Dukungan UMKM yang termasuk dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kegiatan UMKM ini juga memiliki fokus pada pelatihan dan bantuan kepada para pelaku UMKM.

Pada kesempatan tersebut, 8 UMKM dengan jenis usaha ultramikro dan mikro menampilkan produknya yang bergerak antara lain di bidang kebutuhan sehari-hari (kelontong), warteg, bahan pangan, makanan olahan, agen air mineral/gas/minyak tanah, dan kebutuhan sekolah.

Dia menuturkan, UMKM usAHA mengajak masyarakat untuk membangun ekonomi Indonesia dimulai dari lingkungan terkecil mereka, yaitu dengan berbelanja di UMKM atau warung tetangga mereka sendiri.

"Untuk itu, UMKM usAHA berfokus untuk melatih UMKM-UMKM rumahan yang dekat dengan masyarakat dan terdampak langsung pandemi Covid-19, melalui program WirausAHA Maju,” tutur Menko Airlangga, di salah satu lokasi binaan UMKM usAHA di Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Kamis (23/9/2021).

Melalui Program WirausAHA Maju, UMKM usAHA telah berhasil memberikan pelatihan kepada 11.325 pelaku UMKM dari 28 Kabupaten/Kota se-Pulau Jawa.

Untuk Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri sudah 2.080 pelaku UMKM berhasil diberikan pelatihan.

Pelatihan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi salah satu kelompok pemberdayaan masyarakat yakni UMKM usAHAdi Kota Surakarta.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi salah satu kelompok pemberdayaan masyarakat yakni UMKM usAHAdi Kota Surakarta.

Hal tersebut juga mendapat perhatian dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Dia mengharapkan UMKM agar dapat terus mengembangkan setiap potensi yang ada sehingga mampu beroperasi dalam skala yang lebih besar.

Pada gelombang pertama ini, pelaku usaha mikro diberi pelatihan pengelolaan usaha secara lebih baik.

Materi pelatihan yang diberikan antara lain mengenai dasar-dasar sikap dan pola pikir kewirausahaan secara umum mencakup konsumen atau pelanggan, sales atau profit, dan tema yang lain, kemudian kiat-kiat membuka usaha dan memasarkan produk.

Adapula program usAHA Borong Usaha, yaitu program bantuan untuk usaha mikro yang membutuhkan, berupa pembelian produk.

Produk yang dibeli bisa digunakan untuk kegiatan sosial, misalnya dibagikan pada masyarakat secara gratis, atau dikirimkan ke warga yang lakukan isolasi mandiri.

“Disampaikan UMKM usAHA juga telah memiliki aplikasi bernama WirausAHA sebagai salah satu cara memantau proses bisnis pelaku UMKM yang telah dilatih. Pelatihan adalah hal terpenting untuk menambah kemampuan dan nanti akan juga diberi bantuan pendampingan. Di sini perbankan siap mendorong, apalagi rata-rata pengusaha UMKM (di Jayengan) ini sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun,” kata dia.

Menko Airlangga selanjutnya berdialog santai bersama para pelaku UMKM, menanyakan perkembangan usaha mereka masing-masing.

Ia pun mengapresiasi lingkungan usaha di Gang Jayengan itu yang cukup baik menyelenggarakan Prokes dengan menyediakan tempat cuci tangan. Kunjungan diakhiri dengan memberikan bantuan peralatan usaha secara simbolis.

Turut mendampingi Menko Perekonomian dalam kegiatan tersebut yakni Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset, dan Inovasi Kemenko Perekonomian, serta GM Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel