Menko Airlangga Apresiasi Perusahaan yang Bantu Pasokan Oksigen untuk Tangani Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memberikan perhatian khusus dengan situasi pandemi Covid-19 di beberapa provinsi Luar Jawa-Bali. Hal ini dilakukan karena terdapat kenaikan jumlah kasus Covid-19 yang terlihat dari peningkatan jumlah pasien di rumah sakit.

Ketersediaan oksigen medis di RS Rujukan Covid-19 pun menjadi sangat krusial untuk merawat pasien-pasien dengan gejala sedang dan berat. Pemerintah terus memastikan kecukupan kebutuhan oksigen medis dan obat-obatan dengan melibatkan semua pihak dari dalam dan luar negeri, termasuk dengan pihak swasta.

Melalui Linde Indonesia Community Engagement (CE) Program, PT Linde akan mengirimkan oksigen medis masing-masing sebanyak 2 isotank ke Provinsi Sumatera Barat dan Jambi.

Setiap isotank memiliki kapasitas volume 14 ton. Untuk Provinsi Kalimantan Selatan, PT Linde dan PT Smelting berkomitmen mengirimkan 1 isotank dengan kapasitas volume 20 ton.

PT Linde telah memberangkatkan bantuan suplai oksigen medis menuju Provinsi Sumatera Barat dan Jambi, masing-masing sebanyak 1 isotank berkapasitas 14 ton. Bantuan suplai oksigen medis yang diberikan PT Linde dan PT Smelting secara keseluruhan mencapai 76 ton.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), mengapresiasi respon cepat dan dukungan suplai oksigen medis dari PT Linde dan PT Smelting sebagai upaya membantu Pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Menko Airlangga meyakini bahwa sinergi dan koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI/POLRI, dan seluruh stakeholders terkait lainnya akan membuat Indonesia bisa segera keluar dari pandemi Covid-19 sekaligus memulihkan perekonomian nasional.

1.000 Konsentrator Oksigen Senilai Rp 12 Miliar Disebar Demi Tangani Covid-19

Petugas menurunkan tabung oksigen yang akan didistribusikan di Posko Rescue Oxygen, Monas, Jakarta, Senin (5/7/2021). Tabung oksigen yang kosong akan dibawa oleh armada truk dan petugas Pemprov DKI Jakarta ke tempat pengisian di kawasan Cilegon. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas menurunkan tabung oksigen yang akan didistribusikan di Posko Rescue Oxygen, Monas, Jakarta, Senin (5/7/2021). Tabung oksigen yang kosong akan dibawa oleh armada truk dan petugas Pemprov DKI Jakarta ke tempat pengisian di kawasan Cilegon. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, PT Adaro Energy Tbk (Adaro) melalui program Adaro Berjuang untuk Indonesia, Adaro memberikan dukungan 1.000 konsentrator oksigen senilai Rp 12,6 miliar kepada Rumah Sakit & Klinik yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir mengatakan pihaknya memahami bahwa dukungan moril dan materiil akan sangat membantu penanganan pasien Covid-19. Dukungan ini bahkan dapat menjaga semangat para tenaga kesehatan.

"Unit konsentrator oksigen ini akan semakin melengkapi Rumah Sakit dan Faskes lainnya dalam menangani pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen. Alat ini akan sangat berguna terutama di wilayah yang jauh dari akses terhada ppemasok oksigen," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (21/8/2021).

Ketersediaan oksigen untuk pasien Covid-19 memang menjadi salah satu kebutuhan yang penting saat ini. Lonjakan jumlah pasien yang tidak sebanding dengan pasokan oksigen menyebabkan berbagai kondisi yang tidakdiinginkan harus terjadi.

Bekerjasama dengan Yayasan Satriabudi Dharma Setia (YSDS), Adaro memastikan konsentrator oksigen ini memenuhi kriteria kemudahan dalam penanganan pasien yaitu mudah dipindahkan dan dibawa ke lokasi pasien, tidak perlu penanganan yang kompleks serta tidak perlu diisi ulang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel