Menko Airlangga bertemu perwakilan dagang AS bahas hambatan dagang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Perwakilan Dagang Amerika Serikat (US Trade Representative/USTR) Duta Besar Katherine Tai untuk membahas upaya pengurangan hambatan dagang antara kedua negara.

Isu-isu kebijakan strategis dan sengketa dagang yang dinilai telah memenuhi kriteria kepatuhan dari Panel WTO juga dibahas.

“Menindaklanjuti upaya Indonesia untuk memenuhi rekomendasi dan putusan DSB WTO, diharapkan Pemerintah Amerika Serikat dapat mendukung penyelesaian hambatan perdagangan bilateral melalui penutupan sengketa dagang yang dinilai telah memenuhi kewajiban Indonesia,” kata Airlangga dalam pertemuan, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Kamis.

Menindaklanjuti kerjasama bilateral Indonesia dan Amerika Serikat di masa mendatang, Airlangga juga mengungkapkan keinginan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hubungan dagang melalui perjanjian ekonomi bilateral.

Duta Besar Tai pun memberikan alternatif atas peningkatan status hubungan ekonomi melalui berbagai kelompok kerja dalam sektor-sektor spesifik, antara lain melalui peningkatan status Forum Trade and Investment Facilitation Agreement (TIFA) Indonesia-Amerika Serikat yang selama ini telah berjalan dengan baik.

Airlangga juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Amerika Serikat terhadap Presidensi G20 Indonesia.

“Pemerintah Indonesia berharap hasil nyata pada forum G20 tahun ini dapat melebihi hasil-hasil G20 pada tahun sebelumnya. Di sela-sela penyelenggaraan KTT G20, diharapkan berbagai pertemuan tambahan akan mewarnai termasuk inisiasi kemitraan global dalam investasi dan infrastruktur,” ungkap Airlangga.

Duta Besar Katherine Tai mengingatkan kembali bahwa Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada tahun 2023 dan agenda-agenda Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) diharapkan dapat juga dibicarakan pada forum tersebut.

Senior Official Meetings IPEF terdekat akan diselenggarakan oleh Australia pada bulan Desember 2022 dan Indonesia diharapkan dapat berperan aktif.

Sebelum pertemuan diakhiri, dilakukan pembahasan terkait hak cipta dimana Airlangga menegaskan bahwa penegakan hak cipta merupakan prioritas Indonesia dan diharapkan ada kerjasama pada bidang riset dengan Amerika Serikat.

“Kami menyampaikan apresiasi atas upaya Indonesia dalam penegakan Intelectual Property Rights (IPR) salah satunya melalui kinerja Task Force IPR,” pungkas Duta Besar Katherine Tai.

Baca juga: Menko Airlangga sebut perekonomian Indonesia kuat hadapi tantangan

Baca juga: Airlangga: RI akan bangun konektivitas listrik di Asia Tenggara