Menko Airlangga Ingatkan Persaingan SDM di Masa Depan Lebih Sengit

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Airlangga Hartarto mengatakan jika pembangunan sumber daya manusia (SDM) perlu ditekankan karena persaingan lebih ketat dan sengit di masa mendatang.

Padahal, pembangunan daya saing SDM merupakan kunci bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa depan.

Namun, pandemi Covid-19 bukan hanya menghadirkan masalah kesehatan, tetapi telah menciptakan tantangan baru pada sektor sosial dan ekonomi di banyak negara, termasuk di sektor pendidikan dan pengembangan SDM.

Salah satu bentuk hambatan di sektor pendidikan adalah dengan tidak dapat dilakukannya pembelajaran secara tatap muka di seluruh tingkatan pendidikan.

Dengan strategi penanganan Covid-19, kolaborasi seluruh pihak, serta penurunan jumlah kasus aktif Covid-19, semangat pembangunan SDM dan sektor Pendidikan kembali bangkit seiring dengan telah dimulainya kembali pembelajaran tatap muka secara terbatas di sejumlah daerah.

“Semangat ini perlu terus dijaga, mengingat sumber daya manusia juga merupakan faktor kunci dalam transformasi ekonomi,” ujar dia pada Kuliah Umum Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Terbuka dengan tema “Daya Saing SDM dan Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional” di Jakarta, kemarin.

Transformasi ekonomi mengubah berbagai struktur perekonomian agar menjadi lebih produktif dan keluar dari Middle Income Trap.

Hal ini membutuhkan kualitas SDM andal, yakni sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta daya saing yang tinggi dalam persaingan global.

Perguruan Tinggi harus tampil sebagai garda terdepan dalam mencetak SDM yang unggul dan kompetitif di masa mendatang.

Satu hal yang harus ditempuh adalah selalu meningkatkan kualitas SDM perguruan tinggi, serta menyiapkan diri agar mampu beradaptasi untuk mencapai keberhasilan dalam membangun bangsa.

“Di sinilah dibutuhkan doktor-doktor di Indonesia yang andal dan berpengalaman untuk siap berkontribusi menjadi periset, pengajar, manajer, pembaharu, atau pun pemimpin yang mengantarkan bangsa ini mewujudkan visi tersebut,” jelas dia.

Jumlah Mahasiswa Doktoral

Ilustrasi mahasiswa belajar di kampus (iStockphoto)
Ilustrasi mahasiswa belajar di kampus (iStockphoto)

Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dari 8,4 juta mahasiswa baru yang terdaftar di Indonesia pada tahun 2020, hanya 0,5 persen yang merupakan mahasiswa doktoral atau sekitar 44 ribu orang.

Secara global di seluruh dunia, rata-rata hanya 1,1 persen dari orang berusia 25-64 tahun yang begelar PhD atau doktor.

Indonesia sendiri saat ini masih kekurangan doktor. Menurut LPDP, dari setiap satu juta penduduk di Indonesia hanya terdapat sebanyak 143 doktor.

Perbandingan tersebut sangat jauh dengan negara-negara misal Malaysia yang rasionya adalah ada 509 doktor dari setiap satu juta penduduknya.

Kemudian India sebanyak 1.410 doktor dalam setiap satu juta penduduknya dan Jepang yang memiliki 6.438 doktor pada rasio satu juta penduduknya.

Airlangga juga mengungkapkan keyakinannya dengan penguatan sinergi dan koordinasi antara pemerintah dengan seluruh stakeholders.

Ini termasuk dengan para doktor dan akademisi dapat meningkatkan resiliensi ekonomi Indonesia selama masa pandemi dan sekaligus mempercepat momentum pemulihan ekonomi saat ini dan di tahun medatang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel