Menko Airlangga: Kartu Prakerja Jadi Contoh Program Pemerintah Lainnya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik apresiasi dari Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait pelaksanaan Program Kartu Prakerja yang berjalan baik hingga saat ini.

Menurut Airlangga, KPK mengapresiasi kinerja Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja yang terus memperbaiki tata kelola program Kartu Prakerja. Kemudian, mengikuti aturan, menetapkan standar operasional prosedur (SOP), transparan, dan mengedepankan persaingan terbuka serta memberi insentif sampai ke penerima.

"Pimpinan KPK juga menyampaikan bahwa Program Kartu Prakerja menjadi contoh best practice dalam mengelola suatu program besar dengan lingkup 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan meminimalisir banyak persoalan," kata Airlangga di Jakarta, dikutip Kamis, 19 Agustus 2021.

Airlangga juga mengatakan, Pimpinan KPK menyebut Program Kartu Prakerja dapat menjadi pilot project bagi program-program lainnya. Hal ini dikarenakan, ruang lingkup program tersebut merata di kabupaten-kota di seluruh Indonesia, dengan pelaksanaannya yang mampu meminimalisir persoalan.

Lebih lanjut menurutnya, kuota Program Kartu Prakerja menyesuaikan jumlah pengangguran, angka kasus COVID-19, dan ketersediaan lowongan pekerjaan. Hal tersebut yang membuat pelaksanaannya efektif.

"Mempertimbangkan aspek pemerataan, ke depannya kuota akan dibagi secara proporsional. Program ini inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Jokowi: Porang Akan Jadi Makanan Masa Depan

Sosialisasi program ini menurutnya juga semakin baik. Terbukti, dengan adanya peningkatan yang signifikan pada Semester I-2021, dari penerima Program Kartu Prakerja di wilayah Kalimantan Utara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua, dibandingkan tahun sebelumnya.

Mengenai pelayanan pendaftaran Prakerja sendiri, Airlangga menegaskan Pemerintah Daerah tetap mengikuti aturan yang berlaku. Yaitu, Surat Edaran Mendagri No.560/2020 tanggal 13 April 2020 tentang Pelayanan Pendaftaran Kartu Prakerja untuk memberikan bimbingan, pendampingan pendaftaran, serta fasilitas alat elektronik dan akses internet.

Berdasarkan rekomendasi KPK tersebut, Airlangga mengatakan, saat ini pemerintah tengah mempersiapkan Program Kartu Prakerja yang dapat diikuti secara offline. Nantinya, Lembaga vokasi yang telah tersedia, ke depannya akan digandeng untuk memaksimalkan pemberian pelayanan Program Kartu Prakerja.

"Melihat besarnya dampak baik yang terus dirasakan oleh masyarakat dan jumlah peminat yang mendaftar, Pemerintah meyakini bahwa Program Kartu Prakerja di masa depan dapat bertransformasi dan dikelola dalam wadah yang lebih besar," tegasnya. (Ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel