Menko Airlangga Pastikan Batam Siap Jadi Pusat Data Gantikan Singapura

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah telah menyiapkan berbagai kemudahan maupun fasilitas infrastruktur komunikasi untuk mendukung pelaksanaan transformasi ekonomi digital di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Webinar Indonesia Data and Economic Conference 2021 di Jakarta, Selasa, mengatakan penyiapan fasilitas itu berupa infrastruktur 4G serta penyediaan kabel fiber optik.

"Pemerintah juga mendorong satelit multifungsi, karena di beberapa daerah misalnya di wilayah timur, lebih efektif dan efisien menggunakan satelit," katanya dikutip dari Antara, Selasa (23/3/2021).

Ia menambahkan pemerintah juga telah menyiapkan pusat data untuk mendukung kebijakan one map policy dan one data policy serta mendorong perpindahan pusat cloud data dari Singapura ke Batam, Indonesia.

Terkait kawasan ekonomi khusus digital yang disiapkan di Batam, pemerintah telah menyiapkan listrik 420 MegaWatt untuk operasional pusat data tersebut agar integrasi data tidak mengalami hambatan dari segi pasokan listrik.

Airlangga juga mengatakan persiapan penggunaan teknologi 5G untuk mendukung pelaksanaan industri 4.0 atau era otomatisasi perlu diupayakan meski biaya layanan tersebut diperkirakan bisa lebih mahal daripada 4G.

"Pemerintah akan menyiapkan prototipe-prototipe, meski kita ketahui 5G biaya servisnya akan lebih tinggi. Tentunya dengan adanya produktivitas dan automatisasi, kalangan industri mampu untuk melakukan menggunakan fasilitas 5G tersebut," katanya.

Potensi E-Commerce

Ilustrasi e-Commerce (iStockPhoto)
Ilustrasi e-Commerce (iStockPhoto)

Namun, ia mengakui penyiapan layanan maupun teknologi terkait tersebut tergantung dari kondisi geopolitik, apalagi Indonesia merupakan pasar digital terbesar yang mempunyai potensi nilai e-commerce terbanyak di ASEAN.

Airlangga memastikan penyiapan layanan ekonomi digital ini penting mengingat sektor informasi dan komunikasi memiliki kontribusi terhadap perekonomian Indonesia karena mampu bertahan di tengah kontraksi pada 2020.

"Pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi dalam tiga kuartal di tengah pandemi itu, positif terus. Kalau kita lihat, ini punya daya tahan yang tinggi, sehingga ini tentunya bisa menjadi akselerator pengungkit rebound-nya ekonomi Indonesia," katanya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: