Menko Airlangga pastikan PEN dapat pulihkan sektor UMKM

Biqwanto Situmorang
·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemberian stimulus melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat memulihkan sektor UMKM dari dampak pandemi COVID-19.

"Pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi harus dimulai dari sektor UMKM, sebab sektor ini berkontribusi 61 persen bagi PDB Indonesia," kata Airlangga dalam laman instagram yang dikutip di Jakarta, Selasa.

Airlangga mengatakan dukungan stimulus telah diberikan pemerintah untuk penguatan UMKM maupun koperasi melalui subsidi bunga, bantuan produktif usaha mikro dan subsidi imbal jasa penjaminan.

Selain itu, stimulus juga diberikan khususnya untuk 64,2 juta UMKM yang terdampak pandemi berupa penempatan dana kepada bank umum serta insentif pajak untuk restrukturisasi kredit dan dukungan lainnya.

"Pemerintah terus mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah, UMKM, untuk terus bangkit," katanya.

Sebelumnya, dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan, Airlangga juga memaparkan peran UMKM yang sangat sentral dalam menciptakan lapangan kerja maupun meningkatkan kerja ekspor nasional.

Ia memastikan sektor UMKM dapat tumbuh makin pesat melalui pemanfaatan teknologi digital yang saat ini pertumbuhannya sangat pesat di Indonesia dan nilainya berpotensi mencapai 124 miliar dolar AS di 2025.

Menurut dia, transformasi digital menjadi keharusan utama dalam menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan mengingat kegiatan temu muka sangat terbatas selama pandemi COVID-19.

"Oleh karena itu, untuk tiga tahun ke depan, Pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur digital sekaligus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat untuk memastikan layanan digital menjadi inklusif," kata Airlangga.

Sebelumnya, realisasi belanja stimulus UMKM untuk program PEN di 2020 mencapai Rp114,81 triliun atau sekitar 96,7 persen dari total anggaran senilai Rp116,32 triliun.

Pada 2021, pemerintah masih mengalokasikan stimulus untuk UMKM bersama dengan korporasi dan BUMN senilai Rp184,83 triliun dalam APBN, dengan rincian belanja paling besar untuk penempatan dana di perbankan Rp66,99 triliun.

Baca juga: Menko Airlangga tekankan penguatan tata kelola pacu pemulihan ekonomi
Baca juga: Rumah BUMN diharapkan bantu UMKM naik kelas
Baca juga: Ekonom paparkan 3 aspek kunci percepat pemulihan ekonomi nasional